Berita Banjarmasin

Khawatir Varian Delta Masuk Kalsel, Wakil Rakyat ini Minta Warga Perbatasan Waspada

Kabupaten Paser Kaltim berdekatan dengan Sengayam Kotabaru, Yani Helmi mengharapkan warga di daerah rawan penularan perlu waspada

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
Banjarmasinpost.co.id/achmad Maudhody
Anggota Komisi II DPRD Kalsel, M Yani Helmi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kasus varian baru delta Covid 19 yang kini mulai terdeteksi masuk ke Kalimantan yakni di Kalteng dan Kaltim menjadi perhatian serius dari anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi.

Terangnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (30/6/2021), di Banjarmasin usai kegiatan Sosialisasi Perda (Sosper) Nomor 11 Tahun 2011 di Desa Sukamaju, Kecamatan Batulicin, Kebupaten Tanahbumbu selain menggelar sosper ia meminta agar warga di perbatasan Kaltim waspada terhadap penyebaran varian baru tersebut.

"Terakhir informasi yang kami dapatkan itu ada 10 provinsi di Indonesia terkait lonjakan tren kasus aktif penularan covid-19 dan itu salah satunya ada di Kalimantan Timur (Kaltim)," ujarnya.

Mengingat Kabupaten Paser Kaltim juga sangat berdekatan dengan Sengayam Kotabaru, Politisi dari Partai Golkar itu mengharapkan agar seluruh masyarakat yang tinggal di daerah rawan penularan perlu waspada terhadap tingginya kasus lonjakan dari varian baru dan sebagainya.

Baca juga: Nekat Ke Jakarta Saat Pembatasan Perjalanan Dinas ke Zona Marah, Ini Alasan BP Perda DPRD Kalsel

Baca juga: DPRD Kalsel Kenalkan Masakan Banjar kepada Peserta dari Luar Lewat Rapat Paripurna

"Sementara Kaltim itu berbatasan langsung dengan Kotabaru dan Tanah Bumbu dan saya coba memberikan informasi agar prokes jangan sampaikan dilonggarkan," ucapnya.

Lebih jauh, ia menyayangkan masih saja adanya acara kumpul-kumpul, perkawinan, dan sebagainya tanpa memperhatikan protokol kesehatan hingga menjadikan klaster baru penularan covid-19.

"Kami berharap tidak terjadi di sini, tapi kita ketahui sendiri ada penularan atau kasus lonjakan virus Corona cukup tinggi di luar provinsi Kalsel bahkan ada varian baru, ini jadi perhatian," tegasnya.

Tercatat pada 15 Juni 2021 lalu, ratusan lebih kasus varian baru virus Corona di Indonesia ditemukan.
Terlebih pula baru-baru ini, penularan bertambah dan kini menjadi 12 provinsi yang dinyatakan sebagai wilayah kategori dalam kasus aktif penularan dari mutasi virus tersebut.

"Saat ini yang perlu kita waspadai adalah klaster keluarga, intinya jangan sampai lengah dengan prokes yang telah diterapkan selama ini," ungkap Yani Helmi.

Baca juga: Jalan Tembus Tala-Banjar Rampung, Warga Desa Tanjung Optimis Punya Peluang Usaha Baru

Baca juga: Kalteng Perketat Penjagaan di Pintu Masuk, Dishub Palangkaraya Awasi Tujuh Dermaga

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Ulin Banjarmasin Muhammad Aini menyampaikan meski diakui telah jenuh dengan adanya covid-19, dirinya mengimbau agar masyarakat jangan sampai melonggarkan protokol kesehatan (prokes) yang telah diajurkan oleh pemerintah.

"Jadi, masyarakat perlu waspada dengan varian baru ini atau biasa disebut Corona Virus Delta ini dua kali lipat lebih berbahaya," paparnya.

data yang tercatat melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Jawa Tengah (Jateng) menjadi penyumbang terbanyak dalam temuan kasus varian baru yakni mencapai 76 kasus.

Sedangkan untuk DKI Jakarta terdapat sekitar 48 kasus, Sumatera Selatan (Sumsel) hanya 4 kasus. Sementara, Jawa Timur (Jatim) 3 kasus, Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 3 kasus dan Kalimantan Tengah (Kalteng) 3 kasus sejak 15 Juni 2021 lalu.

Banjarmasinpost.co.id/Milna

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved