Berita Batola
VIDEO Panen Raya Semangka di Desa Antar Raya Kabupaten Batola
Per hektare rata-rata menghasilkan 18 hingga 20 ton semangka dengan masa 3 kali tanam setahun di Desa Antar Raya Kecamatan Marabahan Kabupaten Batola
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Puluhan petani semangka di Desa Antar Raya, Kecamatan Marabahan, Kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, panen raya, Senin (5/7/2021).
Per hektare rata-rata bisa menghasilkan 18 hingga 20 ton semangka dengan masa tiga kali tanam dalam setahun.
"Dari penyemaian, buka lahan hingga panen hanya memakan waktu sekitar tiga bulan," ucap Jumbran, Kelompok Tani Sumber Jadi desa setempat, kepada Banjarmasinpost.co.id.
Ia pun menambahkan, berkebun semangka di Kabupaten Batola memiliki potensi yang bagus untuk menambah penghasilan.
Baca juga: Kelotok Diperbaiki, Wisata Susur Sungai di Kota Marabahan Kalsel Ditiadakan
Baca juga: VIDEO Perbaikan Jalan Rusak di Sungai Gampa Asahi Kabupaten Batola Kalsel
Karena selain lahan yang cocok untuk ditanami, harga jual di pasaran juga cukup bersahabat. Per kilogram, petani setempat biasanya melepasnya dengan harga 3.500 hingga 4.500.
Mengenai kendala selama perawatan, Jumbran mengaku, cukup kewalahan dengan minimnya alat pertanian. Utamanya, traktor dan mesin pompa untuk pengairan.
Hal ini berkenaan dengan upaya mereka membuka lahan dan mengatasi kekeringan saat musim panas.
Di Desa Antar Raya Kabupaten Batola ini terdapat 5 hektare kebun semangka yang ditanami tiga anggota Poktani.
Baca juga: Jabatan Dicatut Untuk Minta Uang, Kejari Barito Kuala: Jangan Dilayani
Baca juga: Rumah Ambruk di Desa Semangat Dalam Batola Kalsel, 3 Pekerja Listrik Tertimpa Material Bangunan
Dengan melimpahnya hasil panen, masyarakat berharap ada perhatian Pemkab Batola untuk membantu perbaikan infrastruktur jalan. Akses yang dilewati untuk mengangkut hasil panen, masih cukup terkendala.
Menanggapi beberapa hal permintaan petani semangka, Bupati Batola, Hj Noormiliyani menyambut baik.
Melalui Dinas Pertanian TPH Batola, ia percayakan keperluan masyarakat petani berupa alsintan bisa dipenuhi.
Terkait perbaikan sarana jalan sebagai akses petani ke lahan pertanian, ia mengharapkan bisa ditangani dengan dana desa atau oleh pemkab. Namun nampaknya lebih sulit karena berkenaan dengan recofusing.
"Perlahanlah kami upayakan. Jika tidak dengan dana desa, maka melalui pemkab nantinya, meskipun saat ini terbilang sangat sulit," ucap Noormiliyani.
Adapun mengenai suksesnya petani berkebun semangka, orang nomor satu di Batola ini mengapresiasi dengan baik.
Ia berharap Kabupaten Batola tidak sekedar sebagai lumbung pangan, namun juga bisa bersaing dengan daerah lain sebagai penghasil hortikultura, semangka, sehingga kesejahteraan para para petani semakin baik.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)