Breaking News:

Berita Tabalong

Dua Posko Penyekatan Batas Provinsi di Tabalong akan Diaktifkan

Upaya mendukung percepatan penanganan Covid-19 dengan melakukan pembatasan mobilitas akan dilakukan Pemkab Tabalong.

Penulis: Dony Usman | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/donyusman
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas di pos cek poin jaro saat mudik lebaran tadi 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Upaya mendukung percepatan penanganan Covid-19 dengan melakukan pembatasan mobilitas akan dilakukan Pemkab Tabalong.

Cara yang dilakukan dengan akan diaktifkannya posko di dua perbatasan Kalsel yang ada di wilayah Kabupaten Tabalong.

Dua posko ini berada di Kecamatan Kelua yang jadi batas Kalsel dengan Kalteng dan di Kecamatan Jaro yang jadi batas Kalsel dengan Kaltim.

Sebelumnya saat ada penyekatan terkait mudik lebaran dua posko juga sudah beroperasi untuk mengawasi pengendara yang melintas.

Baca juga: Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat Dampingi Wagub yang Tinjau Pos Penyekatan Perbatasan

Baca juga: Polresta Palangkaraya Bangun Pos Penyekatan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya

Baca juga: Pos Penyekatan di Kapuas Kalteng Diaktifkan, 25 Kendaraan dari Kalsel Putar Balik

Baca juga: Pos Penyekatan Perbatasan Kalteng di Kapuas Diaktifkan, Melintas Wajib Penuhi Persyaratan ini

Petugas gabungan melakukan pengawasab terhadap pelaku perjalanan yang akan melintasi di posko yang didirikan.

Tak sedikit pelaku perjalanan yang l putar balik saat dua posko itu dioperasionalkan, bahkan ada pula yang harus jalani rapid antigen.

Saat itu persyaratan bagi pelaku perjalanan memang hanya berupa hasil rapid antigen, sedangkan kali ini direncanakan menggunakan PCR negatif Covid-19.

Sebagai langkah persiapan mendirikan posko ini, diremcanakan akan digelar rakor pada Senin (12/7/2021).

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani yang dikonfirmasi, membenarkan ada rencana pengaktifan dua posko di perbatasan provinsi.

'Iya dua posko rencananya akan kita dirikan, di Jaro dan Kelua," katanya.

Dirinya juga sudah memerintahkan merevisi edaran terkait syarat bagi orang yang masuk, dari awalnya rapid antigen menjadi PCR. (banjarmasinpost.co.id/donyusman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved