Berita Balangan
VIDEO Petani di Halong Kabupaten Balangan Mendulang Rupiah dari Melon
Petani melon di Desa Karya, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalsel, sukses usahanya. Modal Rp 1,5 juta kini sudah menuai Rp 3 juta.
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Tanaman buah Melon nampak tumbuh di lahan Hamzallah yang luasnya mencapai dua hektare. Selain melon, ada beberapa tanaman lainnya yang dirawat dan untuk dijual.
Lokasinya, Desa Karya, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan.
Menanam Melon, menurut Hamzallah, merupakan usaha percobaan. Ketika banyak orang memilih untuk berkebun jenis buah lain, semisal semangka, dirinya memutuskan Melon.
Hasilnya, saat panen pertama berhasil memasarkan Melon tersebut pada warga setempat.
Baca juga: Sambut Moment Idul Adha, Kapolres Balangan Datangi PKL Pinggir Jalan, Bagikan Daging Kurban
Baca juga: Sholat Idul Adha di Al Akbar Balangan, Jamaah Terapkan Protokol Kesehatan
"Hasil panen sudah ada yang dijual ke warga. Mereka ada yang menelepon untuk membeli dan itu dari kampung tetangga," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (20/7/2021).
Buah Melon yang masih belum begitu dikenal di kalangan penduduk setempat, tentu jadi kendala untuk pemasaran. Namun ia tidak menyerah dan bertekad untuk terus mengembangkan kebun tersebut.
Apalagi , usaha Melon ternyata sangat menjanjikan. Dari hasil panen pertamanya saja, modal sekitar Rp 1,5 juta kini sudah menuai rupiah dua kali lipat yakni Rp 3 juta.
"Baru yang seperti ini hasilnya sudah lumayan, mungkin kalau perawatan lebih dan menggunakan pupuk yang bagus, hasilnya pun akan lebih," sebut Hamzallah.
Baca juga: Warga Desa Maradap Kabupaten Balangan Mulai Bangun Tempat Ibadah
Dia tidak sendirian mengelola kebun Melon, dibantu dua adik. Dirinya sudah pula masuk kelompok tani yang ada di Desa Karya.
Keinginan Hamzallah untuk memiliki kebun Melon rupanya terinspirasi dari postingan nitizen pada media sosial instagram. Ia melijat, ada petani melon yang bermodalkan Rp 10 juta dan mendapatkan hasil Ro 60 juta.
Saat ini, dalam mengembangkan kebun Melon, Hamzallah berharap uluran tangan dari pemerintah terutama untuk pembinaan.
Selain ia ingin belajar, dan berharap adanya terobosan baru dari instansi terkait untuk membantu memfasilitasi pemasaran Melon.
(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)