Breaking News:

Berita Tanahbumbu

Dugaan Pencemaran Sungai Satui, Warga dan Nelayan Harap Ada Ketegasan Pemkab Tanbu

Sekitar dua hari belakangan, air sungai Satui Kecamatan Satui Kabupaten Tanahbumbu, tak lagi berubah warna warni.

Penulis: Man Hidayat | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Sekitar dua hari belakangan, air sungai Satui Kecamatan Satui Kabupaten Tanahbumbu, tak lagi berubah warna warni. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Sekitar dua hari belakangan, air sungai Satui Kecamatan Satui Kabupaten Tanahbumbu, tak lagi berubah warna warni.

Sejak malam takbiran Idul Adha kemarin, warga Satui yang menggunakan air sungai tersebut sempat tak berani gunakan air sungai. Begitu juga dengan nelayan yang merasa tempatnya mencari rejeki kembali terhalang.

Bukan peristiwa pertama kalinya, Sungai Satui tercemar namun sudah beberapa kali dan sudah sering ditindaklanjuti Dinas Lingkungan Hidup Tanbu, nyatanya tidak ada perubahan.

Hal ini diakui Nelayan Satui, Zaki yang mengakui air sungai tinggal keruhnya saja. Sementara limbahnya sudah tidak terlihat lagi. Namun, dia berharap Pemerintah Daerah bersikap tegas.

Baca juga: Sejak Malam Idul Adha 2021, Air Sungai Satui Tanbu Diduga Tercemar Lagi

Baca juga: Banjir di Kalsel, Update Hari Kedua Luapan Sungai Satui, 219 Balita dan 136 Lansia Terdampak Banjir

Baca juga: Pemicu Sungai Satui Tercemar Disebut DLH Tanbu, dari  Eks Tambang yang Tidak Direklamasi

Baca juga: Sungai Satui Tercemar Lagi, DLH Tanahbumbu Akan Limpahkan ke Pemprov Kalsel

" Kami warga nelayan dan warga pertanian warga bantaran sungai agar pemerintah terkait dapat menyelesaikan secara tuntas jangan jadi bulan-bulan warga yang dibantaran sungai menonton sungai satui tercemar yang tak kunjung selesai," katanya, Minggu (25/7/2021).

Bahkan dia menilai, kejadian yang berulangkali ini selalu terjadi saat hujan turun.

"Anehnya lagi, itu bila hujan dihulu sungainya kadang-kadang keluar juga air limbah itu. Tapi bingung penyelesain tak jelas, karena selalu begini. Bahkan sempat membuat ikan mati seperti bulan-bulan sebelumnya," cetusnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanbu, Mahriyadi Noor, saat dikonfirmasi mengatakan untuk kabar jelasnya bisa menghubungi Kepala Seksi yang membidanginya.

Terpisah, Kepala Seksi Pengaduan Lingkungan Hidup, Nasrullah saat dihubungi mengatakan, untuk hasil labnya masih belum keluar hasilnya.

" Sumber pencemar masih sama dengan lokasi 2 tahun sebelumnya yaitu tambang di wilayah perbatasan Tanbu Tanahlaut. Untuk hasil labnya sesegera mungkin karena antriannya lumayan," katanya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved