Berita Tanahlaut

Jalan Menuju Pelosok Kintap Tanahlaut Compang-camping, Begini Penampakannya

Lubang-lubang besar menghiasi badan jalan tanah di pelosok wilayah Kecamatan Kintap yakni Salaman dan Riamadungan.

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Beginilah kondisi lubang-lubang yang menyelubungi jalan menuju dua desa pelosok di Kecamatan Kintap yakni Salman dan Riamadungan. Foto diambil Selasa (27_7). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Keterbatasan infrastruktur hingga kini masih menyelubungi dua desa di pelosok wilayah Kecamatan Kintap yakni Salaman dan Riamadungan.

Kondisi badan jalannya compang-camping.

Lubang-lubang besar menghiasi badan jalan tanah sejauh puluhan kilometer tersebut.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, Rabu (28/7/2021), mobil memang masih bisa melintas namun susah payah dan yang berbadan tinggi.

Pasalnya cukup banyak lubang yang dalam.

Pengendara roda dua pun mesti ekstra hati-hati melintasi.

Baca juga: Penularan Covid-19 di Tanahlaut Masih Tinggi, Sehari Tiga Orang Meninggal

Baca juga: PPKM Darurat Banjarmasin-Banjarbaru Berdampak ke Tanahlaut, Kunjungan Wisata Langsung Sepi

Pasalnya, sedikit saja salah jalur berisiko slip dan terjatuh.

Lubang-lubang menyelubungi badan jalan yang bermuara ke jalan nasional di simpang empat Desa Simpangempat Singaibaru, Kecamatan Jorong.

Dari muara jalan nasional tersebut hingga ke kantor Desa Salaman sejauh 20 kilometer.

Sedangkan ke permukiman Desa Riamadungan hingga di kilometer 43. Namun permukiman induk berada di kilometer 25, 26 (luar dan dalam) serta kilometer 28.

Sekretaris Riamadungan, Sumarjito, mengatakan sudah sejak dulu badan jalan ke kampungnya rusak berat.

Namun sejak belasan tahun lalu ada jalan alternatif melalui jalan kebun sawit perusahaan yang bermuara di Desa Pasirputih, Kecamatan Kintap.

Jarak tempuhnya lebih jauh sekitar lima kilometer, namun waktu tempuh lebih singkat karena badan jalannya terawat.

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel, Tersangka Pembunuh Buruh di Lingkar Selatan Banjarmasin Dibekuk, ini Motifnya

Baca juga: Warga Palangkaraya Keluhkan Sulit Dapat Vaksin Covid-19, Bulan Depan Jatah Vaksin Kalteng Ditambah

"Tapi kita mesti menaati rambu-rambu, namanya juga numpang jalan perusahaan. Kalau pas ada armada lewat, kepinggir dulu," timpal Iriansyah, tokoh warga Riamadungan.

Ia mengatakan umumnya warga di kampungnya melintasi jalan alternatif tersebut ketika ingin ke ibu kota kecamatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved