Ekonomi dan Bisnis

Pelaku Usaha Kuliner di Banjarbaru Genjot Penjualan Via Online Saat PPKM Level 4

Usaha kuliner Dapur Palam dan kue kering di Banjarbaru intensifkan promosi dengan memasang postingan di media sosial, marketplace dan grup chatting.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
RARA UNTUK BPOST GROUP
Menu yang ditawarkan pelaku usaha kuliner di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penerapan PPKM Level 4 di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, membuat sejumlah usaha kuliner terbatasi dalam berjualan.

Salah satunya, hanya melayani pembelian untuk dibawa pulang dan ada aturan jam tutup lebih awal.

Meski demikian, beberapa pelaku usaha kuliner masih punya cara lain agar pendapatan tetap mengalir. 

Cara itu tak lain adalah menggenjot sistem jualan online. Apalagi sudah banyak usaha kuliner yang bekerja sama dengan jasa kurir sehingga urusan promosi dan antar mengantar sudah ada yang menjalankan. 

Bagi usaha kuliner skala kecil, sistem online juga memberikan banyak manfaat dalam hal penjualan dan kemudahan bagi konsumen. Sebab itulah di media sosial kian ramai promosi kuliner oleh sejumlah pelaku usaha. 

Baca juga: Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kalsel dan PCNU Banjarbaru Buka Dapur Umum Bantu Warga Isoman

Baca juga: VIDEO Penyandang Disabilitas di Banjarbaru Dibantu Pelatihan Membuat Kue

Sebagaimana Rara, pemilik usaha kuliner rumahan berlabel Dapur Palam di Kota Banjarbaru, mengintensifkan promosi dengan rajin pasang postingan di media sosial, marketplace maupun grup chatting. 

"Di masa PPKM ini penjualan masakan siap saji banyak pesanan. Dalam sehari minimal 10 porsi. Kalau lagi ramai bisa sampai 20-30 porsi. Lumayan bagi usaha kecil seperti kami," ujarnya kepada kepada Banjarmasinpost.co.id, seraya mengatakan harga makanan yang ia jual mulai Rp 5.000 sampai Rp 15 ribu, Kamis (29/7/2021).

Menu yang Rara jual cukup banyak variasinya, antara lain aneka sayur masak, lauk masak, sesekali ia juga bikin kue atau camilan. 

Tak hanya itu, Rara tidak hanya menjual menu olahan sendiri. Sebab, ia juga memasarkan menu rekannya yang berjualan secara offline di warung. 

"Teman saya jualan nasi goreng, soto, sop, gado-gado, lalapan. Nah, menunya itu saya promosikan juga. Dengan begitu, menu yang saya tawarkan cukup banyak," papar Rara. 

Rieky Liana membuka usaha kuliner yang ditawarkan secara online.
Rieky Liana membuka usaha kuliner yang ditawarkan secara online. (istimewa)

Dalam hal delivery atau pengantaran, Rara mengantar bergantian dengan suami. Biasanya order masuk mulai pagi hingga sore. Khusus malam, order tutup supaya bisa istirahat dan menyiapkan menu esok. 

Hal sama juga dilakoni Yuliana, pebisnis kuliner Kue Kering di Landasan Ulin Kota Banjarbaru dengan label usaha R2. Ia mendapat cukup banyak order di masa PPKM ini. 

"Order masuk 2-3 kali lipat dibanding sebelumnya. Malah kadang ada request jenis makanan yang sebenarnya tidak saya jual. Tapi sementara ini saya belum bisa layani, hanya fokus pada produk sendiri saja," ucapnya. 

Produk makanan berupa kue kering yang ia jual antara lain roti manis panggang, nastar, putri salju dan beberapa macam camilan. Semua dikemas dan diberi label. 

Dalam hal memasarkan produk secara online, Yuliana selalu belajar dari para pebisnis kuliner online lainnya. Dengan begitu, ada perkembangan dalam penjualan.

Baca juga: Layani Jasa Antar, Pebisnis Kuliner Rumahan Ini Aktif Promosikan Nasi Pecel di Medsos

Baca juga: BTalk, Utamakan Kebersihan, Optimis Usaha Kuliner di Banjarmasin Bisa Pulih

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved