Karhutla Kalsel
VIDEO Karhutla Kalsel, BPBD Bersiap Hadapi Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan
Karhutla Kalsel. Jajaran BPBD Kalsel dan dari instansi terkait apel di Guntung Damar Banjarbaru untuk besiap hadapi bencana kebakaran hutan dan lahan.
Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Karhutla Kalsel. Kebakaran lahan baru terjadi di wilayah Kecamatan Candilaras Kabupaten Tapin dan di Batubesi Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
"Candilaras terbaru, ada sekitar 4 hektare lahan yang terbakar," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kalsel , Mujiyat, Selasa (3/8/2021).
Paling rawan terbakar, ungkapnya, ada di kawasan Guntung Damar Kota Banjarbaru yang terbilang dekat dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor.
"Di sini daerah yang paling rawan karena lahan gambut dan ada objek vital, yaitu Bandara Internasional Syamsudin Noor," imbuhnya.
Baca juga: Kabut Asap Mulai Menyelimuti Banjarbaru, Kebakaran Lahan Mulai Meningkat di Wilayah Kota Idaman
Baca juga: VIDEO Camat Candi Laras Selatan Tapin dan Perusahaan Teken MoU untuk Cegah Karhutla
Lima pos lapangan telah didirikan, yakni posko induk di dekat kantor gubernur di Kota Banjabaru, Guntung Damar Kota Banjarbaru, Batibati Kabupaten Tanah Laut (Tala), Mandastana Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan sekitar RS Jiwa Sambang Lihum di Gambut Kabupaten Banjar.
Personel BPBD Kalsel total 150 orang yang bertugas di pos lapangan secara shift. "Per pos jaga ada 30 personel yang bekerja secara shift," rinci Mujiyat.
Dengan adanya pos jaga, harapnya, dapat menekan kasus Karhutla Kalsel. Sekaligus, dapat cepat mendapat informasi titik api serta gerak ke lokasi untuk penanggulangan.
Sementara itu, Sekdaprov Roy Rizali Anwar memimpin apel siaga bencana Karhutla Kalsel dari berbagai unsur, bertempat di pos jaga Guntung Damar.
Baca juga: Bantuan Satu Unit Heli Water Boombing Karhutla Tiba di Kalsel, BPBD Kalsel Ajukan Permohonan 10 Unit
Baca juga: Sehari Dua Kali Kebakaran Lahan di Desa Panggangmarak Labuanamas Selatan HST, BPBD Kerahkan TRC
Ia meminta pasukan agar siaga jika suatu waktu ada titik ap, tetap menjaga keselamatan saat bertugas memadamkan api.
Menurutnya, sudah banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mencegah terjadinya karhutla.
Mulai dari pembukaan beberapa pintu air, bloking kanal, hingga pembangunan embung untuk cadangan sumber daya air untuk pemadaman. Termasuk, edukasi dan sosialisasi bahaya karhutla.
"Kami sudah melakukan pengecekan, semua stakeholder dipastikan siap, peralatan juga sudah siap digunakan. Kami yakin, dampak kebakaran hutan dapat dikurangi pada tahun ini," pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)