Berita Batola

Pertama Tempati Kios Baru di Pasar Induk Handil Bakti Batola, Begini Harapan Qomari

Nurul Qomari, pedagang telur yang baru menempati dan menggelar dagangannya di Pasar Induk Handil Bakti Batola sejak Senin (16/8/2021)

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Bangunan kios petokoan Blok D yang ada di Pasar Induk Hamdil Bakti usai direvitalisasi dan siap ditempati pedagang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Usai rampung direvitalisasi, kios pertokoan Blok dan E di Pasar Induk Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala mulai ditempati pedagang.

Satu di antaranya Nurul Qomari, pedagang telur yang baru menempati dan menggelar dagangannya sejak Senin (16/8/2021), di Blok D 35.

Dari penuturannya, ia menyewa kios seluas 3×4 meter ini dengan biaya 90 ribu per bulan dan membayar retribusi pengelolaan sebesar seribu rupiah per hari.

"Sejauh ini saya yang pertama jualan di kios pertokoan ini mas, yang lain masih menyiapkan," ungkap penjual berbagai macam telur ini.

Baca juga: Dua Blok Pasar Handil Bakti Batola Rampung Direvitalisasi, Segini Biaya Sewa Menempati

Baca juga: Kondisi Pasar Handil Bakti Masih Sepi, Begini Tanggapan Diskoperindag Batola

Sebelum menempati kios bercat kuning tersebut, Qomari sebelumnya berjualan di ujung jalan Pasar Induk Handil Bakti yang tembus ke Kompleks Griya Permata, berjarak sekitar 500 meter.

Dengan berpindah dan mengisi lokasi baru, ia pun mengaku masih sepi pelanggan.

Namun dibalik itu ia berharap aktivitas pasar ramai sehingga nadi perekonomian di kawasan tersebut hidup.

"Ya kita mulai lah dari awal, mudah-mudahan bisa ramai pengunjung yang berbelanja," bebernya.

Baca juga: Ibu Hamil Terpapar Covid-19, Begini Cara Penanganannya Menurut dr Kandungan RS Siloam Palangkaraya

Baca juga: Wali Kota Banjarmasin Minta Masyarakat Proaktif Awasi Penerapan Tarif Baru Pemeriksaan RT-PCR

Qomari pun menyampaikan, kesiapan tempat yang ia tempati sudah terbilang bagus dengan biaya terjangkau, namun sedikit yang masih dikeluhkan adalah belum adanya aliran listrik yang bisa dipakai.

Sehingga terkendala untuk memenuhi beberapa keperluan, seperti penerangan atau sekedar mengisi baterei handphone.

"Ya semoga saja bisa dipenuhi pengelola, agar peminat yang menempati banyak dan cepat berkembangnya pasar ini," pungkas Qomari.

(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved