Breaking News:

BTalk

BTalk, Akademisi FKG ULM Galuh Dwinta Sari Ajak Orangtua Beri Perhatian pada Anak yang Suka Marah

Mnurut dosen FKG ULM, Galuh Dwinta Sari, afeksi bukan memanjakan anak dengan menuruti segala keinginan, tapi memberikan perhatian dan kasih sayang.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH
Dosen yang juga Koordinator Unit Konseling Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM), Galuh Dwinta Sari SPsi MPsi Psikolog, hadir dalam acara BTalk yang membahas Atasi Anak Pemarah dan Suka Mengamuk, dipandu jurnalis Banjarmasin Post, Agus Rumpoko, Sabtu (28/8/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sering ditemui, anak yang suka marah dan mengamuk. Bahkan tak mengenal tempat. Sedangkan orangtuanya kesulitan meredam.

Mengenai hal itu, dibahas pada acara BTalk, Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Sabtu (28/8/2021) pukul 16.00 Wita,. Tema yang diangkat adalah Atasi Anak Pemarah dan Suka Mengamuk.

Menurut narasumber, dosen yang juga Koordinator Unit Konseling Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM), Galuh Dwinta Sari, MPsi, perlu melihat terlebih dulu anak berprilaku demikian itu usianya berapa, apakah balita atau sudah sekolah.

"Biasanya anak marah dan mengamuk dikarenakan merasa tidak nyaman, tidak suka atas sesuatu hal," ujarnya dalam bincang yang dipandu jurnalis Banjarmasin Post, Agus Rumpoko.

Pada anak usia anak 3-5 tahun atau anak PAUD dan TK, masih bisa dimaklumi jika marah. Sebab, marah, sedih, kecewa, adalah bagian dari pembelajaran ekspresi emosional. 

Baca juga: BTalk - Waspadai Konflik Agama di Era Digital, Akademisi Uniska Ini Ingatkan Bijak di Medsos

Baca juga: BTalk, Mengenal Sisi Lain Undang-Undang ITE Agar Unggahan Tak Berujung Pidana

"Namun ketika intensitas marahnya meningkat, ngamuk hingga guling-guling di tanah, maka harus diperhatikan, kenapa bisa begitu," ungkap dosen di FKG ULM ini. 

Misal, orangtua suka berjanji, kemudian menjanjikan sore nanti akan mengajak jalan-jalan. Ternyata harinya hujan, akhirnya tak jadi berangkat. 

Pikiran anak, orangtua tidak tepat janji, acara jalan-jalan batal. Sementara pikiran orangtua, karena hujan maka kegiatan itu ditunda dulu. Ini perbedaan persepsi yang harus dikomunikasikan. 

"Orangtua harus menyampaikan dengan baik kepada anak. Berhubung cuaca sedang hujan, maka kita tak bisa keluar rumah. Acara jalan-jalan kita tunda hingga besok hari. Tentunya anak akan mengerti dan mau memahami, sehingga tak terjadi anak marah hingga mengamuk," paparnya. 

Secara psikologis bisa saja anak menjadi pemarah dan mengamuk karena pola asuh yang keliru. Misal, anak terbiasa melihat pertengkaran di rumah atau di sekitar lingkungan tempat tinggal. 

Berbincang tentang Atasi Anak Pemarah dan Suka Mengamuk di acara BTalk, hadirkan dosen yang juga Kordinator Unit Konseling Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM), Galuh Dwinta Sari, MPsi, dipandu jurnalis Banjarmasin Post, Agus Rumpoko, Sabtu (28/8/2021).
Berbincang tentang Atasi Anak Pemarah dan Suka Mengamuk di acara BTalk, hadirkan dosen yang juga Kordinator Unit Konseling Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM), Galuh Dwinta Sari, MPsi, dipandu jurnalis Banjarmasin Post, Agus Rumpoko, Sabtu (28/8/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH)
Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved