Berita Banjarmasin
ANBK Digelar September ini, Kadisdikbud Kalsel: Siswa Tak Perlu Persiapan
Tak seperti UNBK yang diikuti seluruh peserta didik kelas XII, ANBK diikuti khusus oleh peserta didik kelas XI
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 13.374 peserta didik SMA, SMK dan SLB di Kalimantan Selatan (Kalsel) akan mengikuti pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Bulan September Tahun 2021 ini.
Meski metode pelaksanaanya mirip dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yaitu menjawab pertanyaan dengan metode terkomputerisasi, namun ada perbedaan mendasar antara ANBK dan UNBK.
Tak seperti UNBK yang diikuti seluruh peserta didik kelas XII, ANBK diikuti khusus oleh peserta didik kelas XI yang telah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) melalui Dapodik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Kalsel, H M Yusuf Effendi mengatakan, pelaksanaan ANBK di Kalsel dibagi menjadi dua waktu pelaksanaan.
Baca juga: Jadi Sorotan Wali Kota Banjarmasin, Eks TPS Pasar Kuripan Dijaga Ketat Mulai Malam Ini
Baca juga: Ibnu Sina Masih Belum Tentukan Pilihan Calon Sekdako Banjarmasin
"SMK Tanggal 20-23 September sedangkan SMA dan MA Tanggal 27-30 September," kata Yusuf dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Minggu (5/9/2021).
Ditegaskan dia, tak ada persiapan yang harus dilakukan oleh para peserta didik peserta ANBK.
"Sesuai arahan Kementrian, siswa tidak perlu persiapan apapun," ujar Yusuf.
Pasalnya, ANBK bukan merupakan penilaian terhadap penguasaan materi individual atau pencapaian kurikulum setiap peserta didik.
Melainkan kata Yusuf, ANBK merupakan metode untuk memotret kelebihan dan kekurangan kinerja pembelajaran dan sistem pendidikan secara umum.
Ada tiga komponen utama yang diukur dalam ANBK, yaitu kompetensi minimum, survei karakter dan survei lingkungan sekolah.
Hasil ANBK nantinya akan menjadi tolak ukur bagi komponen-komponen pelaksana sistem pendidikan termasuk guru dan tenaga kependidikan, sekolah, dinas pendidikan dan pemerintah secara umum.
"Dari situ bisa dilihat apa saja yang masih kurang dan masih bisa dioptimalkan lagi ke depannya," terangnya.
Meski peserta didik tak perlu persiapan, namun persiapan bagi sekolah tetap dilakukan.
Disdikbud Provinsi Kalsel juga menurut Yusuf telah bersurat kepada PLN dan Telkom agar memberi atensi untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ANBK Tahun 2021.
Baca juga: Kondisi Mayat di Kalibesar Membengkak dan Diperkirakan Meninggal Tiga Hari Lalu
Baca juga: Beri Keterampilan untuk Warga Binaan, Lapas Tanjung Tabalong Budidayakan Brokoli
"Sudah kami surati meminta supaya dibantu keandalan suplai listrik dan kestabilan jaringan saat ANBK. Supaya tidak ada gangguan teknis nanti," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kepala-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-provinsi-kalsel-h-m-yusuf-effendi5.jpg)