Wabah Corona
Daftar 5 Zona Merah di Indonesia, Lengkap Daftar Negara Tertinggi Kasus Covid-19
Penurunan kasus Covid-19 di Indonesia membuat zona merah pun kini mulai berkurang.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Penurunan kasus Covid-19 di Indonesia membuat zona merah pun kini mulai berkurang.
Kini hanya ada 5 zona merah tersisa dari puluhan wilayah sebelumnya kasus Covid-19 cukup kuat mewabah.
Tak bisa dipungkiri kasus Covid-19 dengan pemberlakuan PPKM mulai menunjukkan hasil positif.
Harapannya kasus bisa terus diredam dan bisa terus membuat peta risiko Covid-19 di Indonesia juga mengalami perbaikan.
Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Dunia 8 September 2021, Malaysia Berada di Peringkat 11
Baca juga: Gelar Vaksinasi Ibu Hamil, Ketua POGI Sebut 147 Ibu Hamil di Kalsel Terpapar Covid-19
Berdasarkan peta risiko Satgas Covid-19 per 5 September 2021, Indonesia kini didominasi zona kuning atau risiko rendah, yakni 327 kabupaten/kota, dan zona oranye atau risiko sedang, yakni 181 kabupaten/kota.
Sebagaimana diberitakan Kompas.com, hanya tersisa lima kabupaten/kota yang mengalami zona merah.
Kelima kabupaten/kota tersebut tersebar di tiga provinsi di Indonesia.
Jumlah tersebut berkurang daripada periode sebelumnya.
Pada 29 Agustus 2021, jumlah zona merah Covid-19 di Indonesia tercatat di 7 provinsi dengan 15 kabupaten/kota.
Lima provinsi yang keluar dari zona merah pada periode kali ini adalah Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, DI Yogyakarta, dan Bali.
Akan tetapi, pada periode kali ini juga bertambah satu provinsi yang masuk ke zona merah, yaitu Sulawesi Tengah.
Saat ini, Aceh tercatat sebagai provinsi yang paling banyak zona merahnya, yakni tiga kabupaten/kota.
Baca juga: PPKM Turun Level, Bupati Tala Tegaskan Tempat Wisata Dibuka Lagi dengan Ketentuan Vaksinasi
Berikut sebaran 5 zona merah Covid-19 di 3 provinsi di Indonesia per 5 September 2021:
Sulawesi Tengah: 1 zona merah
Parigi Moutong
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/suasana-vaksinsi-covid-19-jenis-vaksin-moderna-di-talaa.jpg)