Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Terimbas PPKM, Pedagang di Martapura Sebut Jualannya Sepi Pembeli

Kendati kini telah berstatus PPKM Level 2, namun Pelaku usaha di Kota Intan Martapura tetap merasakan imbas terhadap usaha dagangannya.

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Suasana Perdagangan di Pasar Martapura, turut merasakan sepinya pengunjung, imbas penerapan PPKM, Rabu (8/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kendati kini telah berstatus PPKM Level 2, namun Pelaku usaha di Kota Intan Martapura tetap merasakan imbas terhadap usaha dagangannya.

Seperti halnya di Pasar Martapura kondisi jual beli tak begitu ramai. Berbeda sebelumnya, pasar banyak pembeli yang pembelinya tidak hanya warga Martapura tapi juga kota-kota lain. 

Martapura memang kota lintasan, sehingga sering disinggahi masyarakat dari berbagai kota baik lintas kabupaten maupun lintas provinsi.

Nah, karena kota tetangga yaitu Banjarbaru dan Banjarmasin menerapkan PPKM level 4 tak pelak arus masyarakat dari kedua kota itu berkurang. Inilah yang menjadi imbasnya sehingga pasar Martapura menjadi sepi pembeli. 

Baca juga: PPKM Turun Level, Bupati Tala Tegaskan Tempat Wisata Dibuka Lagi dengan Ketentuan Vaksinasi

Baca juga: Pengaturan Tempat Wisata Pasca-PPKM di Tala Turun ke Level 3, Dispar Tegaskan Hal ini

Baca juga: PPKM Level 4 Berlanjut, Ketua DPRD Banjarbaru Minta Ada Keringanan Pajak Bagi Pelaku Usaha

Dikatakan Erman, pedagang pakaian di Pasar Martapura, sejak diberlakukan PPKM di beberapa Kota di Kalsel, memang terjadi penurunan pengunjung pasar. Bukan hanya di hari biasa tapi juga hari libur. 

"Ya, begitulah. Selama ini kan Martapura jadi persinggahan atau juga tujuan wisata religi. Karena kondisi sekarang lagi PPKM ya pengunjung ke pasar jadi sepi," tukasnya. 

Begitupula Ruslan, pedagang asongan di pasar tersebut, mengakui sekarang penjualan sepi. Biasanya kue dan minum yang ia jajakan saat tengah hari sudah habis, sekarang sore baru habis. 

"Terasa sekali. Tidak banyak orang datang ke pasar. Biasanya dulu pengunjung datang dari mana-mana, kami yang jualan keliling pun selalu ramai pembeli. Sekarang pengunjung dari daerah lain berkurang," tukasnya. 

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, Capaian Target PAD 2021 Banjarmasin Terdampak

Zain, pedagang kaki lima yang berjualan gorengan juga mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir sepi pembeli. Sehingga ia pun berjualan tak lagi sampai malam tapi hanya sampai sore. 

"Selain di pasar, saya juga keliling. Soalnya kalau hanya mangkal di pasar, pendapatan kurang. Kalau keliling ya paling tidak bisa menambah pendapatan," pungkasnya.

 (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved