Doa Qunut
DOA Qunut dan Panduan Cara Membacanya, Sering Dibaca Saat Sholat Subuh
Tata cara membaca doa Qunut yang dapat dilakukan, salah satunya yakni dibaca setelah I'tidal pada rakaat kedua sholat subuh.
Penulis: Mariana | Editor: Anjar Wulandari
Maha berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau.
Segala Puji bagiMu atas yang telah Engkau pastikan.
Aku mohon ampun dan kembalilah (taubat) kepada Engkau.
Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas Nabi Muhammad beserta keluarganya."
Keutamaan dan waktu membaca doa qunut
Hadis riwayat Imam Muslim dari Jabir menyebut bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: “Shalat yang paling utama adalah shalat yang panjang (bacaan) qunutnya.”
Hadis ini menunjukkan Rasullullah SAW sangat menganjurkan membaca doa Qunut. Sebabnya bacaan Qunut memberi keutamaan lebih baik untuk salat sunnah maupun salat wajib.
Hadis riwayat Anas bin Malik memberi penjelasan soal waktu membaca doa Qunut sesuai teladan Nabi Muhammad.
Artinya: Diriwayatkan dari Anas Ibn Malik, ia berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam senantiasa membaca qunut ketika shalat Subuh sehingga beliau wafat. (Musnad Ahmad bin Hanbal, juz III, hal. 162 [12679], Sunan al-Daraquthni, juz II, hal. 39 [9]).
Jenis-Jenis Qunut
Qunut terbagi ke dalam 3 macam:
1. Qunut Fajar (Shubuh)
Qunut Fajar adalah Qunut yang lazim dijumpai karena sering dibacakan ketika shalat shubuh. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas bin Malik r.a.:
H Sahbirin Noor dan H Muhidin melaksanakan Salat Subuh di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin (banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)
Dari hadis itu, Rasulullah menganjurkan membaca doa Qunut pada waktu shubuh dan maghrib. Akan tetapi, Rasulullah paling menjaga amalan doa Qunut saat shubuh hingga wafat.
Baca juga: Pengertian Doa Qunut Bermakna Bentuk Penghambaan kepada Allah SWT, Simak Terjemahan Secara Lengkap
Baca juga: Cara Membaca Doa Qunut, Lafal Ihdini Dibaca Ihdina oleh Imam dalam Shalat Berjamaah
Umat Islam dapat membaca doa Qunut ketika sedang tertimpa musibah. Nazilah memiliki arti “musibah yang melanda”.
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW pernah membacakan Qunut Nazilah selama satu bulan penuh.
Hal itu setelah rombangan penghafal Al-Qur’an sebanyak 70 orang terbunuh saat menjadi utusan untuk mengunjungi kaum ‘Ushayyah. Ternyata kaum itu berkhianat dan membunuh semua utusan tersebut.
Bacaan Qunut Nazilah ini tak terikat dengan nash tertentu. Justru bacaan Qunut Nazilah dapat menyesuaikan dengan musibah yang melanda suatu kaum.
3. Qunut Witir
Qunut Witir yakni Qunut yang dibacakan ketika rakaat terakhir shalat witir pada setiap malam di bulan Ramadhan.
Diberitakan Serambinews.com, Ustaz Abdul Somad (UAS) menyebutkan orang yang membaca doa Qunut dianjurkan untuk mengangkat tangan.
Sebagaimana diketahui, qunut pada hakikatnya adalah sebuah doa.
Sehingga, ketika berdoa dianjurkan mengangkat tangan.
UAS menjelaskan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi menyebutkan ulama madzhab Syafi’i berbeda pendapat soal hukum mengangkat tangan ketika qunut dan menyapu kedua tangan ke wajah.
Baca juga: Doa Qunut Berasal dari Kata Qanata Berarti Merendahkan Diri kepada Allah, Simak Tata Caranya
Baca juga: Tata Cara Membaca Doa Qunut, Dibaca Setelah Itidal di Rakaat Kedua Shalat Subuh
Perbedaan itu dapat dibagi menjadi tiga pendapat.
Pertama, pendapat paling sahih, dianjurkan mengangkat kedua tangan dan tidak dianjurkan menyapu wajah dengan kedua tangan setelah berdoa.
Kedua, dianjurkan mengangkat dan menyapu wajah.
Ketiga, tidak dianjurkan mengangkat tangan dan menyapu wajah.
Namun, seluruhnya sepakat bahwa tidak boleh menyapu selain wajah, semisal dada dan lain-lain.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/jemaah-berdoa-qunut-nazilah-saat-menunaikan-salat-jumat-dengan-shaf-berjarak-1-meter.jpg)