Harga Bitcoin
Sempat Terjungkal, Harga Bitcoin 15 September 2021 Kembali Naik Menjadi di Level US$ 47.000
Sempat terjungkal ke level US$ 43.000 pada Senin (13/9), harga Bitcoin kembali mendaki dan menembus US$ 47.000 di Rabu (15/9).
BANJARMASINPOST.CO.ID - Harga bitcoin kembali merangkak naik hingga Rabu (15/9/2021) tembus di level US$ 47.000.
Sebelumnya harga bitcoin sempat terjungkal di level US$ 43.000 pada Senin (13/9).
Mengacu data CoinDesk, harga Bitcoin pada Rabu sempat bertengger di US$ 47.437,04, kembali mencapai level US$ 47.000 sejak 9 September lalu.
Sementara pada pukul 14.26 WIB, harga aset dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia itu ada di US$ 47.101,27 atau 3,04% dibanding posisi 24 jam sebelumnya.
Baca juga: Harga Emas Antam 15 September 2021, Naik Rp 4.000 Menjadi Rp 936.000 Per Gram
Baca juga: Pemerintah Melalui Kemenko Perekonomian Dorong Penyaluran KUR Percepat Pemulihan Ekonomi
Kenaikan harga Bitcoin di tengah rencana Komite Bursa dan Sekuritas Amerika Serikat (SEC) memperluas jangkauannya untuk pengawasan terhadap pasar kripto.

Ketua SEC Gary Gensler juga memperingatkan, bursa kripto seperti Coinbase harus mendaftar ke lembaganya.
“Mereka belum terdaftar di kami, meskipun mereka memiliki lusinan token,” kata Gensler di hadapan Komite Senat AS untuk Urusan Perbankan, Perumahan dan Perkotaan, Selasa (14/9), seperti dikutip CoinDesk.
“Pelembagaan aset digital berarti bahwa mata uang kripto akan menjadi lebih mendarah daging dalam lanskap keuangan AS,” tulis Fitch Ratings dalam laporan yang terbit Selasa, seperti dilansir CoinDesk.
“Tingkat kejelasan panduan peraturan dan pengawasan untuk aset digital merupakan pertimbangan penting ketika menilai implikasi kredit bagi bank yang memasuki ruang tersebut,” sebut Fitch.
Baca juga: Mau Investasi Emas di Masa Pandemi Covid-19, Inilah Caranya
Dilansir dari kontan.co.id, Bank tradisional secara tidak langsung terlibat dalam industri kripto dengan menyediakan produk simpanan dan pinjaman kepada pelaku pasar aset digital, yang dapat meningkatkan beberapa risiko kepatuhan, menurut Fitch.
CEO Tesla Elon Musk membagikan gambar anak anjing Shiba Inu dan mengatakan "Floki telah tiba" kepada 59,8 juta pengikut Twitter-nya.
Tentu saja, mengutip Bitcoin.com, tweet Elon Musk itu memengaruhi harga beberapa aset kripto berbasis meme tertentu yang memanfaatkan nama “Floki”.

Elon Musk merupakan penggemar Dogecoin. Dia telah beberpa kali men-tweet referensi ke kripto berbasis meme itu di masa lalu.
Musk, misalnya, menyebut "Baby Doge" dalam tweet dan dalam video yang ia bagikan di Twitter. Lalu, dia pernah berkicau, "Daddy Doge".
Saat ini, ada lebih dari 30 kripto mirip Dogecoin yang memiliki nama "Doge" atau jenis anjing "Shiba Inu".