Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Elpiji 3 Kilogram di Kalsel Makin Tak Terkendali, di Banjarbaru Tembus  Rp 40 Ribu

Di Banjarbaru Elpiji 3 Kilogram ini di tingkat eceran bahkan dijual sampai tembus di harga Rp 40 ribu. 

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/siti bulkis
Gas Elpiji 3 Kg harganya di Banjarbaru dalam minggu ini melambung, Minggu (21/9/2021). 

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARBARU - Harga Elpiji 3 kilogram  sudah dua pekan terakhir dikeluhkan. Harganya tidak stabil bahkan cenderung naik. 

Di Banjarbaru Elpiji 3 Kilogram ini di tingkat eceran bahkan dijual sampai tembus di harga Rp 40 ribu. 

Warga Kota Banjarbaru, Rudy, misalnya, hingga kini dirinya sudah lebih dari dua kali membeli tabung gas elpiji tiga kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni dikisaran Rp 40 ribu.

"Gas melon ini merupakan program subsidi oleh pemerintah untuk warga berpenghasilan rendah, masak pemerintah tega melihat kami yang tak mampu membeli harga setinggi ini," keluhnya. 

Baca juga: Harga Elpiji 3 Kg di Eceran Melambung, Warga Martapura Timur Ini Rela Antre di Pangkalan

Baca juga: Gas Elpiji 3 Kg di Batola Melambung, Kini Eceran Tembus 35 Ribu

Terutama lepas dari kartu kendali ataupun jatah dari agen, kadang-kadang para pengguna ini harus membeli saat stok gas elpijinya habis.

Namun, masalahnya diakui kebetulan dari pemasok resmi juga tidak ada lagi stok barangnya. Sehingga mau tak mau harus membeli di pengecer atau pedagang warung. 

Hasan warga Banjarbaru lainnya mengeluhkan serupa.

"Sudah kesekian kalinya hal ini terjadi, bisa dibilang tak terkendali. Awalnya dari Rp 20 ribu, merakak naik jadi Rp 30 ribu - Rp 35 ribu yang sampai sekarang saya mendapati lagi dengan kisaran di angka Rp 40 ribu. Kami yang kini menggunakan tabung gas 3 kg ya dibuat susah jadinya," kata dia. 

Oleh sebab itu, dia berharap, masalah ini dapat segera diatasi oleh pemerintah bersama dengan stakeholder terkait, supaya tidak menjadi alasan klasik lagi dalam susahnya mendapatkan tabung gas elpiji tiga kilogram hingga menjadi kesempatan bagi pengecer untuk menaikkan harga.

"Kalau kita liat baik di warung ataupun di toko selama ini angkanya sudah sangat tinggi. Nah, sepertinya ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah kota untuk bisa mengkondisikan melonjaknya harga tabung tiga kilogram tersebut," imbuh Endy yang juga seorang penjual pentol goreng keliling itu.

Hal senada juga disampaikan warga Kabupaten Banjar, Saukani.

Menurutnya, setiap kali tabung gas di rumahnya habis, kelangkaan masih menjadi alasan klasik bagi para pedagang atau pengecer.

Alhasil, harganya pun ikut terdampak, tanpa memperhatikan lagi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang di tentukan pemerintah selama ini.

Baca juga: Jual Elpiji 3 Kg Diatas HET, Pangkalan di Tala Divonis Denda Puluhan Juta, Wabup Turut Hadiri Sidang

"Biasanya kalau di agen itu sekarang standartnya sekitar Rp17.500 kan. Kalau biasa dieceran dari pedagang biasa paling ada yang Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu. Tetapi, dalam dua minggu terakhir ini tiba-tiba harganya mendadak naik jadi Rp35 ribu, tentu saya sangat terkejut sebagai warga yang penghasilannya rendah," keluhnya.

Dirinya mengungkapkan, kebutuhan tabung gas bersubsidi sekarang ini diakui masih menjadi keperluan utama kalangan masyarakat ke bawah. Sehingga, ia menghendaki, kebijakan pemerintah dalam mengambil sikap untuk menindak tegas terhadap kenaikan yang tidak wajar itu bisa terpantau keberadaannya. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved