Breaking News:

Harga Bitcoin

Harga Bitcoin 22 September 2021, Terus Anjlok dan Kini di Kisaran US$ 42.167 Dollar

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin melemah tipis ke kisaran 42.167 dollar AS per keping atau sekitar Rp 598 juta.

Editor: M.Risman Noor
THINKSTOCKS
Ilustrasi Bitcoin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Harga Bitcoin kembali terpuruk. Hal yang sama juga berlaku untuk mata uang kripto lain pada perdagangan, Rabu (22/9/2021).

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin melemah tipis ke kisaran 42.167 dollar AS per keping atau sekitar Rp 598 juta.

Anjloknya harga bitcoin hari ini Rabu (22/9/2021) bila dibandingkan dengan sepekan yang lalu, harga bitcoin pada perdagangan hari ini sudah anjlok hingga lebih dari 10 persen.

Dilansir dari Coindesk, ada beberapa faktor yang memengaruhi kinerja harga bitcoin sejak awal pekan yang terus melemah.

Baca juga: Harga Emas Antam 22 September 2021, Naik Rp 4.000 Menjadi Rp 926.000 Per Gram

Baca juga: Harga Bitcoin 21 September 2021 Makin Terpuruk, Terjun hingga ke Level US$ 42.533,01

Faktor pertama yakni perilaku investor yang masih menunggu hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, yang bakal diumumkan siang hari ini waktu setempat.

Dilansir kompas.com, banyak investor yang menunggu apakah The Fed bakal mulai melakukan tapering off atau mengurangi pembelian surat utang atau obligasi bank maupun perusahaan.

bitcoin 099.jpg
bitcoin 099.jpg (reuters)

Selain itu, ada pula risiko dari krisis Evergrande yang telah berdampak pada pasar saham global.

Meski koreksi bitcoin sejak awal pekan ini cukup dalam, kinerja bitcoin masih cenderung lebih baik ketimbang jenis aset lain, seperti saham dan emas secara year to date.

Namun demikian, hubungan bitcoin dengan indeks saham S&P 500 kian menngkat dalam beberapa bulan terakhir, membuat aset kripto menjadi kian rentan terhadap perubahan umum yang terjadi di pasar.

"Sejujurnya, kekalahan pasar yang kami lihat mencerminkan serangkaian risiko yang lebih luas daripada hanya properti China, dan muncul setelah meningkatnya pertanyaan tentang apakah nilai saat ini masih dapat dibenarkan, dengan diskusi tentang potensi koreksi yang meningkat," ujar Strategist Deutsche Bank Jim Reid.

Baca juga: Investor Bakal Dapat Untung? Emiten BBCA Siap Lakukan Stock Split, Ini Jadwal dan Rasionya

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved