Breaking News:

Berita Banjarmasin

Penuhi Panggilan Polda Kalsel, Kader HMI Cabang HST Didampingi Sederet Kuasa Hukum 

Didampingi kuasa hukumnya,kader HMI Cabang HST yaitu M Rafii alias Gaston hadir di Kantor Ditreskrimum Polda Kalsel

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
(kanan) M Rafii Kader HMI Cabang HST didampingi kuasa hukumnya (tengah) M Pazri usai memenuhi panggilan Polda Kalsel, Kamis (23/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Didampingi delapan orang kuasa hukumnya, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Hulu Sungai Tengah (HST) yaitu M Rafii alias Gaston hadir di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalsel, Kamis (23/9/2021).

Kedatangan Rafii bersama kuasa hukum dan sejumlah Pengurus HMI Kalsel ini untuk memenuhi panggilan dari Kepolisian terkait dugaan kejadian salah tangkap oleh oknum Polisi yang dialaminya pada Rabu (8/9/2021).

Dimana Ditreskrimum Polda Kalsel kini tengah menangani laporan dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang dilayangkan Rafii pasca kejadian dugaan salah tangkap tersebut. 

Ditemui usai keluar dari Kantor Ditreskrimum Polda Kalsel, kuasa hukum Rafii yang dikomandoi M Pazri dari Borneo Law Firm mengatakan, kliennya itu disodorkan 23 pertanyaan. 

"Intinya terkait kronologis kejadian itu dari awal," kata Pazri. 

Baca juga: Insiden Diduga Salah Tangkap Pengurus HMI di HST, Komnas HAM Sampaikan Pandangannya

Baca juga: Pengurus HMI di Kalsel Datangi Mako Polda, Minta Pengantar Visum Dugaan Kekerasan Oknum Anggota

Dalam upaya hukum yang ditempuh kliennya itu kata Pazri dilaporkan terkait dugaan adanya pengeroyokan dan penganiayaan seperti yang dimaksud dalam Pasal 170 atau Pasal 351 KUHP. 

Dugaan adanya unsur pidana yang dimaksud kata Pazri terjadi saat insiden diduga salah tangkap terhadap Rafii yang dinilainya menyalahi SOP, ketentuan KUHAP dan Peraturan Kapolri. 

"Dugaan itulah yang kami uji ada atau tidak unsur pidana dalam tindakan tersebut," terang Pazri. 

Terkait laporan tersebut, kliennya kata Pazri sudah menjalani visum dan juga menyodorkan sejumlah bukti lainnya termasuk selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian insiden dugaan salah tangkap tersebut. 

Dimana selongsong peluru tersebut diduga berasal dari tembakan peringatan petugas. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved