Breaking News:

Berita Tanahlaut

Musim Liburan di Ponpes Sirajul Huda Pelaihari, Santri Senang Tiga Hari Diperbolehkan Pulang Rumah

Tibanya musim liburan di Ponpes Sirajul Huda Pelaihari Kabupaten Tanahlaut disambut ceria para santri dan orantua yang berdatangan menjemput anaknya.

Penulis: Idda Royani | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
CERIA - Wali santri ceria menjemput anaknya yang mendapat jatah tiga hari libur bulanan di Pondok Pesantren Sirajul Huda, Pelaihari, Kamis (7/10/2021) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Tibanya musim liburan di Ponpes Sirajul Huda Pelaihari Kabupaten Tanahlaut disambut ceria para wali santri yang berdatangan menjemput anaknya, Kamis (7/10/2021).

Pihak ponpes ternama di Kota Pelaihari tersebut memberi waktu selama tiga hari bagi santri untuk pulang ke rumah masing-masing.

Karenanya, sejak pagi hingga siang ponpes yang berada di kawasan Matah berjarak sekitar 300 meter dari jalan raya Takisung tersebut telah ramai. Para orangtua (wali santri) antusias menjemput anaknya masing-masing.

"Alhamdulillah senang banget bisa melepas kangen dengan anak. Meski baru sekitar dua bulan, tapi rasanya kanget banget," ucap Rina, salah satu wali santri.

Baca juga: Protes Vonis PPKM Level 4 Direspon Jubir Kemenko Perekonomian, Ini Tanggapan Wali Kota Banjarmasin

Baca juga: Banjarmasin PPKM Level 4, RSUD Sultan Suriansyah Ternyata Kosong Pasien Covid-19

Baca juga: Pemuda Banjarmasin Ini Tewas Dengan 4 Mata Luka, Warga Sebut Rumahnya Diketok

Ia mengatakan tiba di Ponpes Sirajul Huda sejak pukul 08.30 Wita. "Saat tiba ternyata sudah banyak wali santri lain yang datang, jadi ya sempat antre ngurus surat izinnya pada pimpinan pondok," tandasnya.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, cukup banyak wali santri yang membawa mobil. Mereka memarkir mobil di area halaman depan. Keceriaan tergambar jelas di wajah mereka, begitu pula dengan kalangan santri.

Di antaranya ada yang membawa beberapa tas berisi pakaian dan buku pelajaran. Ada pula yang membawa boks besar dan begitu semangat mengangkatnya menuju kendaraan bermotor keluarganya yang menjemput.

Alur penjemputan, pertama wali santri datang ke petugas di meja pengisian form penjemputan. Form tersebut terpilah masing-masing asrama dan berisi daftar nama santri. Lalu di kolom sebelah kanan diisi nama penjemput, harus orangtua atau yang mewakili orangtua.

Kemudian mengisi form isian (dua lembar) dan meminta tanda tangan izin dari pimpinan pondok. Pada form ini antara lain tertera syarat dan ketentuan yang mengatur terkait libur bulanan tersebut.

Di antaranya dipersyaratkan saat kelak kembali ke pondok, santri harus membawa surat keterangan sehat. Jika tidak, maka harus membayar Rp 100 ribu per hari untuk infak ke pondok.

(banjarmasinpost.co.id/Idda Royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved