Berita Tanahlaut
Petani di Tanah Laut Diharapkan Tanam Padi Dua Kali Setahun, Begini Support Pemerintah Daerah
Upaya membantu petani di Tala terus dilakukan dalam memperbaiki infrastruktur, saluran irigasi, dan membangun embung.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Ekstensifikasi dan intensifikasi sektor pertanian khususnya tanaman pangan di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), terus dilakukan.
Kalangan petani di daerah ini diharapkan dapat bercocok tanam padi setidaknya dua kali setahun.
Ini penting guna meningkatkan pendapatan petani.
Bupati Tala HM Sukamta meyakini hal itu bisa diterapkan oleh petani jika memiliki kemauan kuat.
Terutama yang area persawahannya ditopang tata air yang lumayan baik seperti di Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari.
"Setahu saya di Desa Panjaratan tidak mengalami permasalahan pengairan sehingga memungkinkan untuk tanam dua kali setahun," ucap Sukamta, Jumat (8/10/2021).
Baca juga: Sempat Muncul di Atap Rumah Kosong, Api di Komplek CIP Berhasil Dipadamkan Damkar Tanahlaut
Baca juga: Pasien di Fasyansus Covid-19 Habis, Pemkab Tala Manfaatkan Eks RSHB untuk Layanan Urgen ini
Di desa tersebut pada Kamis kemarin juga telah dilaksanakan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sekaligus tanam perdana padi rawa.
Kegiatan yang bertempat di lahan sawah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kayuh Baimbai Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari, itu juga dihadiri Bupati HM Sukamta.
Orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini mengatakan pemerintahannya sangat mendukung sektor pertanian.
Upaya membantu petani terus dilakukan dalam memperbaiki infrastruktur, saluran irigasi, dan membangun embung.
Semua sarana pertanian itu penting agar tidak terjadi permasalahan saat bercocok tanam.
Pemkab juga berupaya agar Kabupaten Tala terus menjadi penyangga ketahanan pangan di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Sukamta mengatakan jika kelompok tani merasa ada hal-hal yang diperlukan dalam pengembangan komoditas pertanian, pemeritahannya selalu siap membantu melalui instansi terkait.
Ia berharap petani di daerah ini terus bersemangat memanfaatkan tiap jengkal lahan yang ada.
Jika petani di Panjratan sudah menanam padi dua kali setahun, maka selanjutnya bisa dilanjutkan menanam jagung yang harganya selalu bagus.
Baca juga: Gandeng Malaysia dan PNU Thailand, UIN Antasari Banjarmasin Adakan Konferensi Internasional Virtual
Baca juga: YAMI Kalimantan Selatan Boyong 7 Gelar Juara di Papua Orchid Show 2021
Apalagi ada dua pabrik di Kecamatan Batibati yang selalu kekurangan pasokan jagung untuk bahan baku pengolahan produknya sehingga harus mendatangkannya dari luar kabupaten.
“Jadi, sebagai seorang petani itu harus pandai dalam memanfaatkan setiap lahan yang ada,” tandas Sukamta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bupati-tala-hm-sukamta-bersama-pejabat-provinsi-melakukan-pengumpanan.jpg)