CPNS 2021
Tahun 2022 Tak Ada Rekrutmen CPNS, Simak Penjelasan BKN dan Kabar Terbaru PPPK
Benarkah tidak ada lagi pengangkatan CPNS 2022 di berbagai kementerian.Berikut penjelasan Badan Kepegawaian Negara ( BKN) sebagai panitia pelaksana.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Ramai di media sosial kabar kalau tahun 2022 tak ada lagi rekrutmen CPNS.
Beda dengan PPPK yang kabarnya akan tetap ada perekrutan untuk diangkat menjadi abdi negara dengan gaji mumpuni.
Benarkah tidak ada lagi pengangkatan CPNS 2022 di berbagai kementerian.
Berikut penjelasan Badan Kepegawaian Negara ( BKN) sebagai panitia pelaksana.
Baca juga: CPNS Tabalong 2021, Hari Ketiga Tes SKD di BKPP Tabalong Diwarnai Hujan Lebat Jaringan Tetap Stabil
Baca juga: Satu Peserta Tes SKD CPNS Tabalong Jalani Ujian di Ruang Khusus, Suhu Tubuh Lebihi Normal
Beberapa waktu lalu berembus isu soal seleksi CPNS tidak ada lagi tahun depan
Hanya akan ada seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK) saja.

Isu ini bermula dari akun TikTok Milli Umri, yang melampirkan tangkapan layar akun Instagram Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana @wibisanabima.
Dalam unggahnnya tersebut, Bima menyebut bahwa di tahun 2022 seleksi CASn yang dibuka hanya PPPK dan tidak ada CPNS.
"Tahun 2022 hanya PPPK saja. Ke depan penerimaan PNS akan sangat-sangat-sangat sedikit. Yang banyak PPPK. PNS hanya untuk posisi pengambilan kebijakan."
"Di masa depan Total ASN itu idealnya 20 persen PNS dan 80 persen PPPK. Kesejahteraan sama,” tulis akun tersebut.
Benarkah BKN tidak akan mengadakan seleksi CPNS tahun 2022 tetapi seleksi CASN hanya untuk PPPK?
Baca juga: RINCIAN Jadwal SKD CPNS Kemenag Tahap III, Kalimantan Selatan 25-29 Oktober 2021
Penjelasan BKN
Melansir pemberitaan sebelumnya, Bima mengonfimasi tahun depan hanya dibuka rekrutmen PPPK.
"Tahun depan hanya PPPK saja," kata Bima, dilansir TribunJakarta.com dari Kompas.com, Sabtu (9/10/2021).
Sementara itu, belum ada kebijakan pengadaan CPNS 2022.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan hal yang sama.
Ia menyampaikan, pengadaan calon ASN tahun 2022 hanya untuk formasi PPPK.
"Pengadaan ASN Tahun 2022 dilakukan hanya untuk PPPK," ujar Tjahjo.

Formasi guru
Dijelaskan, tahun ini rekrutmen PPPK untuk formasi guru dibuka untuk 1.000.000 formasi.
Namun setelah melalui seleksi, hanya ada 507.848 formasi guru PPPK.
Sehingga, sisa formasi yang ada akan dibuka kembali di tahun depan, untuk diusulkan oleh pemerintah daerah (Pemda).
Formasi guru agama di sekolah negeri akan dibuka pada pengadaan ASN tahun 2022, sebab tahun ini hanya dialokasikan sekitar 22.000 formasi.
Baca juga: Tes SKD CPNS 2021 di Tapin, 43 Peserta Tak Hadir Tanpa Keterangan
Sementara untuk formasi guru PPPK, kemungkinan dialokasikan bagi THK-II yang memenuhi syarat dengan kebijakan afirmasi lebih berpihak kepada guru THK-II dibandingkan guru honorer lainnya.
"Misalnya dengan tidak mensyaratkan seleksi kompetensi teknis, atau cukup dengan seleksi kompetensi manajerial, sosiokultural, dan wawancara sehingga peluang kelulusannya sangat besar,” ujar Tjahjo.
Sebagai informasi, masih adanya guru THK-II yang berpendidikan di bawah lulusan sarjana sehingga tidak memenuhi syarat sebagai guru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Sehingga diharapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dapat meningkatkan pendidikan para guru tersebut.
Salah satunya dengan mekanisme rekognisi pembelajaran lampau (RPL) yang bisa diselenggarakan Kemendikbud Ristek.
Guna mengakomodir penanganan sisa guru THK-II dan tenaga teknis yang masih berpotensi dapat mengikuti seleksi dan diangkat sebagai PPPK, telah diusulkan tambahan jumlah formasi tahun 2022 ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).