Breaking News:

Berita Banjar

UMB dan Stikes Intan Martapura Teken MoU, Mahasiswa Diharap Punya Kemampuan Berbahasa Asing

Universitas Muhammadiyah Banjarmasin teken MoU dengan Stikes Intan Martapura kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program Kemitraan Head Test.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Syaiful Akhyar
Stikes Intan Martapura
Penandatanganan MoU Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program Kemitraan Penyelenggaraan Headway Test, Senin (25/10/2021) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pusat Pengembangan dan Pelayanan Bahasa (P3B) Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) menjalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Intan Martapura.

Penandatanganan perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) Tri Dharma Perguruan Tinggi dan (MoA) Program Kemitraan Penyelenggaraan Headway Test, Senin (25/10/2021) lalu.

Ketua Stikes Intan Martapura Zubaidah mengatakan, pelaksanaan kerja sama ini, sebagai upaya kampusnya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi mahasiswa, dosen dan seluruh pihak terkait di Stikes Martapura.

Diharapkan, kedepan, mahasiswa Stikes Intan Martapura memiliki keterampilan berbahasa akan mampu berdaya saing baik nasional maupun internasional.

Baca juga: BKN Temukan Bukti Kecurangan Seleksi CPNS 2021 Kabupaten Buol, ASN Terlibat Dipecat

Baca juga: Operasi Stasioner di Tapin, 20 Orang Disanksi Teguran Lisan dan Lima Pelanggar Dihukum Kerja Sosial

Baca juga: 16 Sekolah di Balangan Dapat Bantuan Masker dan Tempat Cuci Tangan untuk Persiapan PTM

Penandatangan naskah nota kesepahaman kerjasama atau itu dilakukan Ketua Stikes Intan Martapura Zubaidah dan Memorandum of Agreement (MoA) dilakukan Ketua Program Studi Diploma Tiga Keperawatan dan Ketua Program Studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit.

"Kerja sama yang kami jalin dengan UPT Pengembangan dan Pelayanan Bahasa UM Banjarmasin demi kemajuan dan penguatan institusi," ungkap Zubaidah.

Zubaidah menuturkan tertarik menjalin kerja sama dengan UPT Pengembangan dan Pelayanan Bahasa UM Banjarmasin karena melihat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain itu, kemampuan berbahasa menjadi kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, seperti kerjasama pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, joint riset, seminar dan jurnal.

"Tentunya juga tidak lepas dari kemampuan berbahasa," ujarnya.

Kepala UPT Pengembangan dan Pelayanan Bahasa UM Banjarmasin, Tenny Murtiningsih, menjelaskan HeadWay Test merupakan rangkaian prosedur tes yang terus dikembangkan sebagai alternatif utama layanan penunjang pendidikan.

Unsur-unsur yang dilibatkan dalam penyusunan HeadWay Test meliputi para professional dari kalangan akademisi, praktisi dan manajemen industri.

HeadWay Test menerapkan sistem tes dan sertifikasi berbasis komputer baik online maupun offline (CBT dan IBT).

Pada Headway Test Record, selain tercantum HeadWay Srore Test, juga tercantum TOEFL dan TOEIC Exam Comparative Score. Selain dari pada itu, HeadWay Test Record juga menerapkan dual Certification yaitu para peserta tes akan dapat mengetahui hasil dari tesnya langsung sesaat setelah peserta tersebut submit jawabannya.

Kemudian, menerima pula hard copy dari HeadWay Test Record yang berbarcode dan berhologram. Sehingga, HeadWay Test adalah merupakan satu referensi yang dapat dipercaya.

Adapun layanan HeadWay Test meliputi Test of English Proficiency (TEP) dan Junior English Test (JET) dan juga Test of Pupil Aptitude (TPA). Tentunya, untuk untuk mengetahui tingkat kelancaran berbahasa Inggris dari peserta didik.

(banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved