Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Mau Mulai Bisnis Sewa Lapak dan Booth, Ini yang Harus Diperhatikan

Bersamaan dsemakin banyaknya UMKM dan wirausahawan baru muncul di tengah masyarakat, bisnis penyewaan lapak dan booth pun mulai banyak bermunculan.

Penulis: Salmah | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin
Erini Junita Sari BA (Hons) MSc, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIEI) Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bersamaan dsemakin banyaknya UMKM dan wirausahawan baru yang muncul di tengah masyarakat, bisnis penyewaan lapak dan booth pun mulai banyak bermunculan.

Fenomena bisnis tersebut disebabkan persaingan yang semakin ketat di tengah banyaknya usaha baru, apalagi penjualan produk hanya dengan metode pemasaran daring (online) tentu tidaklah cukup. Jadi penjualan secara luring (offline) pun tetap dibutuhkan.

Erini Junita Sari BA (Hons) MSc, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIEI) Banjarmasin, mengatakan, meskipun pemasaran dan penjualan produk usaha melalui daring sedang menjadi tren dikarenakan kemudahannya dalam menjelajah pasar hanya dengan satu ketukan melalui gawai, namun selera dan pola berbelanja sebagian orang masih tidak berubah.

“Masih banyak masyarakat yang lebih memilih belanja luring yaitu di mall, pasar, ritel, pameran, dan tempat-tempat luring lainnya. Hal ini disebabkan masih banyak orang yang percaya bahwa berbelanja dengan melihat dan menyentuh langsung barangnya akan lebih nyaman dan terpercaya,” jelasnya.

Baca juga: Diusulkan Jadi Perseroda, PDAM Bersujud Diharapkan Mampu Kembangkan Usaha Secara Profesional

Baca juga: Panen Hadiah Simpedes BRI KC Kandangan Semester I Tahun 2021

Baca juga: Banjarmasin Berstatus Siaga Banjir, Begini Sejumlah Persiapan BPBD Tangulangi Bencana

Berangkat dari hal ini, banyak pelaku usaha terutama pelaku UMKM yang tetap ingin memasarkan dan menjual produk-produknya secara luring agar dapat menjangkau konsumen peminat belanja offline.

“Namun, bagi usaha-usaha dengan penjualan yang masih minim, membuka toko sendiri atau berjualan di mall tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Para pengusaha dengan usaha kecil dan penjualan yang masih minim seperti ini akan mencari alternatif lain yaitu berjualan di booth atau lapak yang disewakan. Di sini lah peluang usaha penyewaan lapak dan booth mendapatkan terbuka lebar,” papar Erini.

Sarana berjualan offline yang mudah dengan harga sewa yang lebih terjangkau, menjadi daya tarik tersendiri untuk bisnis penyewaan lapak dan booth ini.

Kemudian usaha penyewaan lapak dan booth ini juga mempermudah para pelaku usaha terutama UMKM untuk menemukan tempat yang nyaman dan strategis untuk menjual produk atau menjalankan usahanya, tanpa perlu bingung mencari sendiri wadah yang tepat, dikarenakan pihak penyewa sudah memilih dan menyediakan wadah yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Saran Erini, agar usaha penyewaan booth ini dapat bersaing, maka desain booth harus dibuat semenarik mungkin, dan harga sewanya pun harus terjangkau dikarenakan target pasar mereka kebanyakan adalah usaha kecil/UMKM atau mereka yang baru memulai usaha.

“Untuk penyewaan lapak, disarankan agar lapak nyaman dan berada di tempat yang strategis seperti di dekat jalan raya, di dekat pemukiman warga, atau di daerah yang banyak milenial seperti mahasiswa,” tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved