Breaking News:

Berita HST

Sediakan Permainan Biliar, Café Lion di Barabai Kembali Dapat Teguran Keras

Pemilik cafe Lion di Barabai Kabupaten HST kembali mendapatkan teguran setelah menyediakan permainan biliar

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Plt Camat Barabai untuk BPost
Plt Camat Barabai, dan petugas Dinas PM PTSP, Satpol PP dan Lurah Bukat saat menyampaikan teguran lisan dan tulisan kepada Hossam Farouk, pemilik café Lion, Kamis (18/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Setelah ’digerebek’ tim gabungan Satpol PP, Polres HST dan anggota DPRD 2 November 2021 lalu, pemilik cafe Lion di Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali bikin ulah.

Beredar di media sosial café tersebut menyediakan permainan biliar bagi pengunjung di lantai 2 café.

Hal itu pun kembali diprotes masyarakat, karena dinilai rawan perjudian.

Menyikapi hal tersebut, Plt Camat Barabai, bersama petugas dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Satpol PP, dan Lurah Bukat kembali mendatangi café di jalan HM Syarkawi tersebut, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Permintaan Meningkat, Harga Kopi di Pasaran Stabil, Robusta dan Arabica Paling Laris di Kafe

Baca juga: Satpol PP, Ketua DPRD dan Polres HST Lakukan Razia, Pemilik Kafe Pun Bikin Pernyataan

Baca juga: Cegah Alih Fungsi Kafe, Satpol PP HSS Intensifkan Monitoring Kafe

Ramadhan bersama tim Pemkab tersebut datang menyampaikan langsung teguran disertai surat DInas PM-PTSM.

Dalam suratnya, yang ditujukan kepada Zuda Werdi Astuti, istri Hossam Farouk selaku pemilik perizinan café Dinas tersebut menyatakan berdasarkan hasilpengawasanPemkab HST, pemilik café tak melaksanakan kegiatan sesuai izin dan tak mmenuhi kewajiban dalam berusaha, yaitu menghormati tradisi dan budaya masyarakat di sekitar lokasi usaha penanaman modal.

Juga terdapat usaha di luar perizinan rumah makan/Café. Untuk itu Kadis Penanaman Modal PTSP HST H Ahmad Syahriani efendi mengimbau kembali agar segera melakukan penyesuaian kegiatan usaha serta memerhatikan surat peringatan pertama (SP) 1 dan mematuhinya.

“Jika dalam jangka waktu 15 hari kerja terhitung mulai 18 November 2021 tak dipatuhi, kami akan menerbitkan SP2. Jika SP 2 tah diindahkan kami terbitkan SP3sekaligus melakukan Tindakan tegas menertibkan kegiatan usaha yang dimiliki,”kata Syahriani dalam suratnya.

Baca juga: Perempuan Joget-joget di Sebuah Kafe di Kabupaten HST Jadi Sorotan Warga Barabai

Sementara, Plt Camat Barabai kepada Hossam mempersilakan buka usaha di Barabai, asalkan sesuan izin, yaitu hanya menyediakan makanan dan minuman.

“Di luar itu melanggar aturan. Izin café, ternyata ada kegiatan biliar. Kami hanya melaksanakan tugas, jadi tak perlu kita berdebat,”kata mantan Kabag Humas PemkaB HST ini kepada Hossam yang terlihat ingin membela diri. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved