Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Sawit Tinggi, Petani Sawit Kalsel Mulai Banyak yang beli mobil

Naiknya harga komoditas sawit berimbas pada  kesejahteraan petani sawit. Hal ini ditandai dengan banyaknya petani sawit beli mobil baru

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Ilustrasi-Pak Sutik alias Nanik (kanan) tengah memanen sawit. Sementara berkat berkebun sawit, Pak Maryanto (kiri) bisa menguliahkan anak hingga keluar negeri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Naiknya harga komoditas sawit berimbas pada  kesejahteraan petani sawit.

Hal itu juga ditandai dengan banyaknya petani sawit yang kemudian beli mobil baru baik Cash maupun kredit. 

"Memang ketika sawit meningkat, maka orderan dari petani sawit misal dari  Tanah Laut, Tanah Bumbu , Kotabaru dan Daerah Barito Kuala meningkat. Mereka pesan dan beli mobil baru," kata Branch Manager PT Wira Megah Profitamas, Toyota Banjarbaru, Hansye Eduard Pantow, Selasa (23/11/2021). 

Dijelaskannya, ada yang beli mobil itu untuk pekerjaan semisal pick up, double cabin, serta mobil passenger semisal  Agya, Calya, Avanza dan sejenisnya. 

Baca juga: Harga TBS dan CPO Naik, Petani Sawit di Kalsel Bersyukur

Baca juga: Polemik Masih Bergulir, Petani Sawit Plasma di Batola Harapkan Tiga Tuntutan Mereka Dipenuhi

Baca juga: Perselisihan Petani Sawit dan Perusahaan, DPRD Kotabaru Belum Juga Agendakan Pertemuan

"Ada yang Cash dan Kredit.  Pembelian dari masyarakat sawitan," sebutnya. 

Hal senada diutarakan oleh Hanifa dari Sales Manager (SM) Barito Berlian Motor.

"Customer sawit ada juga beli mobil di Mitsubishi. Komposisi ada yang cash banyak juga. Bisa dibilang 40: 60. Segmen cust bervariasi, dari tambang, sawit, dagang , pns da. lain sejenisnya," urainya. 

Tapi berbeda dengan di deler Honda. Menurut Branch Manager, Honda Trio Banjarbaru, Guntur Agnus Dei Setio Budi, menjelaskan bahwa di Honda relatif kurang dari pembeli sawit. 

"Iya Mas, Kalo di Honda belum ada yang dari hasil sawit itu. Masih adem ayem. Biasanya yang orang Sawit itu kalau ke Dealer bawa uang Cash," jelasnya. 

Diketahui, Harga Harga Tandan Buah Sawit (TBS) pada November 2021 ini meningkat lagi. 

Dimana terbaru, Harga TBS disepakati adalah periode bulan November, mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar tujuh persen dengan harga terendah pada umur tanaman 3 tahun, Rp. 2.007,64 dan harga tertinggi Rp. 2.786,10 pada umur 13 tahun. 

Bukan hanya itu saja, akan tetapi, hasil perhitungan rapat TBS yang dibacakan Muhammad Rusli, Kelapa Bidang Penyuluhan, Pengolahan dan Pemasaran Disbunnak, usai rapat penentuan harga Di kantor Disbunak belum lama tadi juga menyepakati harga Crude Palm Oil (CPO). 

"Provisi Kalsel menyepakati perhitungan untuk harga CPO bulan Nopember naik menjadi Rp. 12.864,50, Inti Sawit mengalami kenaikan menjadi Rp. 6.787,88, Nilai Indeks juga mengalami kenaikan menjadi 89.59%," urai M Rusli. 

Baca juga: Harga Sawit Tinggi, Ekspor Sawit Kalsel Turun 595 ribu ton

Kegiatan yang dilaksanakan diruang rapat kelapa sawit ini, dihadiri oleh Perusahaan Mitra, Perwakilan Petani Plasma, Perwakilan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Perwakilan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit lndonesia (GAPKI) Kalimantan Selatan, serta Tim Penetapan Harga TBS. 

Sementara menanggapi hal ini petani sawitengaku masih bersyukur. "Ya harga seperti itu masih standar dan jika naik kami di plasma ini juga ikutan naik," kata Asad petani plasma di Tala. (Banjarmasinpost /Nurholis Huda)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved