Aset Kripto RI
Kripto RI IDM Tercatat di Bursa Singapura, Baru Debut Harga Naik 458 Persen
IDM resmi tercatat di crypto exchange Singapura yang bernama Coinstore. Debut kripto dari Indonesia di pasar kripto Singapura itu pun cukup positif.
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Varian aset kripto yang diperdagangkan kian bertambah dengan kehadiran aset kripto milik Indonesia Digital Cooperatives atau IDM.
Aset kripto IDM ini diluncurkan pada 28 Oktober 2021 yang lalu.
IDM resmi tercatat di crypto exchange Singapura yang bernama Coinstore.
Asal tahu saja, debut kripto made in Indonesia di pasar kripto Singapura itu pun cukup positif.
Sementara itu, melansir data Coinstore, Senin (29/11/2021), hingga siang ini IDM sudah berada di level 0,0382. Jika dilihat selama 1 hari perdagangan, harga IDM sudah naik 458,32 persen.
Baca juga: Imbas Rencana China Berangus Uang Kripto, Harga Bitcoin Hari Ini 23 November 2021 Terpuruk
Baca juga: Harga Bitcoin Kembali Terpuruk, Pasar Kripto Lain Turut Memerah
CEO IDM Co-op MC Basyar menilai para pelaku pasar kripto menyambut cukup antusias kehadiran IDM. Bahkan menurutnya IDM sudah menembus level tertinggi baru atau all time high (ATH).
"Setelah listing di coin store IDM Token mengalami kenaikan 500 persen dan menembus ATH baru yang mana ATH lama di angka 0,0338,di coinstore mencapai 0,041002, dan kenaikan ini saat IDM berada di harga US$ 0,0006, ini luar biasa, antusias warga ASEAN luar biasa terhadap IDM," ucapnya.
Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Resmi Tercatat di Bursa Singapura, Harga Kripto RI Melonjak 458 Persen.
Sekadar informasi, IDM sendiri diluncurkan pada 28 Oktober 2021 yang lalu. Koin tersebut akan dikembangkan dengan project digitalisasi UMKM melalui koperasi hingga pengembangan super apps.
Basyar saat itu mengatakan token kripto ini dapat dijadikan komoditas bukan sebagai alat pembayaran, dan berharap ke depannya koperasi IDM mampu membantu sesama koperasi yang ada di Indonesia dari pusat hingga ke desa-desa.
Di Indonesia sendiri, IDM telah mengajukan surat usulan kepada Badan Pengawas Perdagangan Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan. Surat usulan itu dalam rangka upaya agar IDM bisa tercatat di exchanger di Indonesia dan terdaftar sebagai aset kripto yang diakui Bappebti.
Dampak Varian Omicron Covid-19
Sementara itu, pasar keuangan global diprediksi masih akan melambat seturut munculnya varian baru virus pemicu Covid-19, Omicron. Tak hanya itu, pasar kontrak minyak dunia juga terjungkal sampai 12 persen pada penutupan perdagangan pekan lalu.
Pada penutupan Jumat (26/11/2021), semua bursa utama di dunia ditutup melemah. Bursa kripto juga ditutup ke level terendah sejak Oktober 2021 dan sudah dianggap memasuki fase bearish alias nyungsep.
Otoritas global pun menatap cemas temuan varian Omicron. Pertama kali diungkap dari Afrika Selatan, Omicron diklaim punya kemampuan mutasi melebihi varian Delta yang sudah lebih dulu meluluhlantakkan dunia.
Merujuk pantauan data Bloomberg, Dow Jones ditutup -2,57 persen, S&P 500 Index anjlok -2,27 persen, Nasdaq Composite melorot -2,23 persen, begitu juga bursa New York ditutup -2,42 persen, dan bursa komposit S&P ditutup -2,25 persen pada akhir perdagangan Jumat.
Baca juga: MUI Haramkan Uang Kripto, Begini Reaksi Indodax hingga Aplikasi Jual Beli Crypto Currency Pintu
Baca juga: Mengenal Dogecoin, Mata Uang Kripto yang Didukung Elon Musk dan Masuk Trending Twitter Hari Ini
Bursa utama Eropa tak kalah merah, disebut sebagai sesi terburuk dalam setahun ini. Euro Stoxx 50 ditutup -4,74 persen, bursa London berakhir -3,64 persen, bursa Jerman anjok -4,15 persen, CAC 40 Index rontok -4,75 persen, dan IBEX 35 Index anjlok -4,96 persen.
Dari Asia Pasifik, Nikkei ditutup -2,53 persen, Tokyo berakhir -2,01 persen, Hang Seng melemah dengan -2,67 persen, demikian juga S&P/ASX 200 Index turun -0,47 persen, dan MSCI AC Asia Pasifik ditutup turun -1,62 persen.
Bursa Efek Indonesia pun pada Jumat ditutup melemah -2,06 persen di level 6.561,55, sementara indeks Jakarta LQ-45 anjlok -2,49 persen di level 941,112.
"Reaksi pasar terhadap ketidakpastian yang dihadapi saat ini, masuk akal," kata Ross Mayfield, analis strategi investasi dari Baird, seperti dikutip AFP, Jumat, dilansir dari Kompas.com.
Dari pasar kripto, Bitcoin anjlok lebih dari 8 persen dalam 24 jam pada Jumat. Pada pantauan Senin (29/11/2021) pagi WIB, harga Bitcoin juga masih memerah di situs CoinMarketCap sekalipun tampak berusaha naik dalam 24 jam terakhir.
Meski demikian, para pemain kripto tampaknya juga masih menahan diri, bila menyimak volume perdagangan yang masih tercatat minus hampir 6 persen pada Senin pagi.
Setali tiga uang, harga minyak dunia juga rontok pada perdagangan Jumat tersebab kekhawatiran yang sama. AFP menyebut harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman Januari 2022 jatuh hampir 12 persen.
Meski begitu, merujuk Bloomberg yang diakses pada Senin pagi WIB, harga minyak terpantau naik hingga lebih dari 4 persen, baik WTI (Amerika) maupun Brent (Inggris).
Pasar energi sempat menyatakan kekhawatiran terhadap tekanan permintaan seturut temuan varian Omicron Covid-19. Pengetatan pembatasan menjadi salah satu kekhawatiran bagi pemenuhan pasokan, apalagi menjelang musim dingin di negara-negara empat musim.
Sontak Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan temuan varian baru ini, sejumlah negara termasuk Amerika Serikat dan anggota Uni Eropa membatasi bahkan melarang perjalanan dari dan ke Afrika Selatan. Lagi-lagi, harga saham penerbangan dan pariwisata di sejumlah bursa utama terdampak seketika pula.
Dari lantai bursa Amerika, hanya saham terkait riset bioteknologi yang terpantau menghijau di tengah hamparan memerah kinerja bursa utama dunia.
Kekhawatiran dan ketidakpastian terkait kehadiran varian baru Covid-19 ini bersilang sengkarut dengan pasar yang tengah mencermati arah kebijakan The Fed, bank sentral Amerika Serikat.
Dalam rangka memitigasi inflasi global sejalan ekonomi yang beranjak bangkit setelah dua tahun dicengkeram pandemi Covid-19, inflasi global diprediksi akan naik. Dalam hal begini, angka inflasi merupakan potret bahwa ekonomi bergerak.
Di kepemimpinan periode kedua Jerome Powell di The Fed, Amerika berencana mulai menghentikan kucuran stimulus terkait pandemi paling lambat di pertengahan tahun depan. Pada saat itu, kenaikan suku bunga acuan The Fed diprediksi akan terjadi.
"Tentu saja, di tengah panasnya momen utama hari ini, akan ada kekhawatiran tambahan tentang Fed membuat kesalahan kebijakan," kata Patrick O'Hare dari Briefing.com seperti dikutip AFP, Jumat.
Baca juga: Rekomendasi Saham Raih Cuan 9 Juli 2021, Waspada Pelemahan IHSG yang Berlanjut
Dari dalam negeri, IHSG diprediksi akan melemah di perdagangan Senin. Pada pembukaan perdagangan, IHSG terpantau merah di level 6.552,81, turun -0,13 persen dibanding penutupan Jumat.
Bursa Asia Pasifik di zona waktu yang matahari terbit lebih awal dibanding Indonesia telah dibuka memerah pada Senin. Nikkei 225, misalnya, memulai perdagangan di level 28.545,14, turun -0,72 persen. Hal serupa terpantau di bursa Australia, Selandia Baru, Hong Kong, Malaysia, Filipina, dan Taiwan.
Kurs mata uang dunia turut menyimak perkembangan varian Omicron Covid-19. Seturut pantauan Bloomberg, rupiah ditutup melemah terhadap dollar AS pada Jumat, di level Rp 14.357 per dollar AS, turun 0,49 persen dibanding kurs penutupan sebelumnya.
Adapun kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menempatkan rupiah di level Rp 14.280 per dollar AS pada akhir perdagangan Jumat.
Menteri-menteri kesehatan dari negara-negara yang tergabung di kelompok G7 dijadwalkan menggelar rapat darurat pada Senin, menyikapi temuan varian Omicron Covid-19.
Sebelumnya Ketua Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyebut dunia butuh waktu dua hingga tiga pekan untuk mendapatkan gambaran yang memadai tentang mutasi varian Omicron Covid-19.
"Kita tengah berpacu dengan waktu," ujar Leyen seperti dikutip AFP, Jumat.
Terpisah, Direktur Regional Afrika WHO, Matshidiso Moeti, meminta otoritas dunia tak hanya membatasi apalagi melarang perjalanan ke dan dari Afrika Selatan.
"Varian ini terdeteksi di beberapa wilayah di dunia. Menjatuhkan larangan perjalanan yang menarget Afrika saja akan menyerang solidaritas global," kecam Moeti, seperti dikutip AFP.
Permintaan untuk tak dilakukannya pembatasan perjalanan ke dan dari Afrika Selatan sudah dinyatakan oleh Presiden Cyril Ramaphosa pada Minggu (28/11/2021).
"Sebelum terjadi kerusakan ekonomi lebih jauh ke ekonomi kami," pinta Ramaphosa, seperti dikutip AFP.
Dari belahan benua lain, Swiss dan Inggris terpantau tengah menegaskan ulang aturan terkait penanganan Covid-19. Dua negara ini telah mengonfirmasi temuan kasus pasien Covid-19 dengan varian Omricon, didapati pada mereka yang baru tiba dari Afrika Selatan.
Referendum telah digelar di Swiss pada Minggu (28/11/2021), setelah muncul penolakan atas UU yang antara lain mengharuskan kepemilikan sertifikat vaksinasi Covid-19 untuk beraktivitas di tempat umum.
Namun, 62 persen dari pemberi suara mendukung UU ini tetap diberlakukan. Referendum disebut diikuti oleh 65 persen penduduk Swiss, diklaim sebagai sejarah baru partisipasi publik untuk mengikuti referendum di negara itu.
Adapun Inggris pada Selasa (30/11/2021) akan mulai memberlakukan pengetatan protokol kesehatan lagi, termasuk mewajibkan penggunaan masker di pertokoan dan transportasi publik dan pembatasan kedatangan dari luar negeri.
Sebelumnya, Badan PBB untuk pariwisata (UNWTO) melansir kerugian dunia dari sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19 diperkirakan mencapai 2 triliun dollar AS dalam setahun terakhir.
"Ini adalah krisis bersejarah di industri pariwisata. Saya berharap situasi pada 2022 lebih baik dibandingkan pada 2021," kata Ketua UNWTO Zurab Pololikashvili, Minggu, seperti dikutip AFP.
Dengan masih munculnya varian baru Covid-19 yang bahkan dibilang lebih riskan mutasinya dibanding varian Delta, sektor pariwisata dunia diperkirakan masih akan berada di posisi rentan dan pemulihannya pun akan lambat.
(KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIAN/Tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-aset-kripto-crypto-currency-01.jpg)