Breaking News:

Berita Tapin

Tradisi Unik Turun Temurun Masyarakat Adat Dayak di Desa Pipitak Jaya Tapin Menanam Padi

alat tradisional yang digunakan oleh para petani untuk membuat lubang pada tanah akan menimbulkan suara unik.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/stan
Proses menanam padi di Desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Bagi masyarakat pada umumnya, menanam padi merupakan hal yang biasa terutama jika sudah memasuki musimnya.

Hal ini berbeda dengan kebiasaan masyarakat adat Dayak di Desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin.

Bermodalkan peralatan tradisional, para petani menanam padi secara berkelompok.

Uniknya, selain dilakukan secara berkelompok, alat tradisional yang digunakan oleh para petani untuk membuat lubang pada tanah akan menimbulkan suara unik.

Baca juga: 24.225 Orang Sudah Tervaksin di Binuang Tapin, Camat Optimistis Target Tercapai Akhir Tahun

Baca juga: Sembilan Mahasiswa Pejuang Muda Bertugas di Tapin, Bupati Sampaikan Harapan ini

Alat tradisional yang digunakan dikenal dengan nama alat musik kurung-kurung.

Kepala Adat Desa Pipitak Jaya, Mundur mengatakan proses menanam padi atau biasa disebut manugal dengan menggunakan alat musik kurung-kurung ini merupakan tradisi turun-temurun bagi masyarakat Adat Dayak di Wilayah ini.

"Ini bukan hanya sekedar menanam padi biasa, namun upacara ini sudah menjadi perayaan yang dilakukan oleh masyarakat Adat Dayak untuk menandai tibanya musim tanam padi," jelasnya.

Mandur mengatakan upacara ini tidak hanya melibatkan warga dari satu desa, tetapi mengundang warga dari desa lain.

Baca juga: Hari Disabilitas Internasional, PLN Kalselteng Resmikan Kedai Untuk Kita”

Baca juga: Lakukan Penanganan Pasca Banjir, TNI Polri Gotong Royong Bersama Warga Bersihkan Sampah

"Ada lima jenis bibit padi yang ditanam di lahan seluas dua hektare dan kami berharap padi yang ditanam menggunakan upacara adat ini dapat tumbuh dan menghasilkan panen yang baik," lanjutnya.

Ia mengatakan menanam padi dengan menggunakan alat musik kurung-kurung ini memang sudah menjadi tradisi yang harus dijaga dan dilestarikan.

"Ini sudah menjadi ciri khas masyarakat di sini, sehingga akan terus kita lestarikan agar tidak punah termakan perkembangan zaman yang semakin modern ini," ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved