Breaking News:

Berita Tanahlaut

Badan Jalan Ambrol Tergerus Abrasi, Jalur Alternatif Menuju Wisata Pulau Datu Tala Terancam Putus

Badan jalan rusak ambrol tergerus abrasi arus gelombang laut di Desa Telagalangsat yang menjadi akses jalan menuju objek wisata Pulau Datu.

Penulis: Idda Royani | Editor: Syaiful Akhyar
YUDO RESTANTO UNTUK BPOST GROUP
Kondisi abrasi yang menggerus badan jalan aspal di Desa Telagalangsat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Badan jalan rusak ambrol tergerus abrasi arus gelombang laut di Desa Telagalangsat Kecamatan Takisung Kabupaten Tanahlaut.

Akibatnya akses menuju objek wisata Pulau Datu di Desa Tanjungdewa Kecamatan Panyipatan inipun terancam putus.

Badan jalan di jalur tersebut memang memanjang di garis pesisir pantai di kawasan setempat. Bahkan di lokasi tertentu jaraknya cukup dekat dengan pesisir sehingga rawan hantaman gelombang.

Terdapat satu tempat yang mengalami abrasi cukup parah. Badan jalan beraspal tersebut ambrol hingga hampir mendekati tangah badan jalan dan menyisakan sisi tebing yang curam dan rawan.

Baca juga: Targetkan 10 Ribu Sertifikat Tanah Warga Program PTSL, Pemkab Tala Alokasikan Anggaran Rp1,94 Miliar

Baca juga: Harbolnas Akhir Tahun 2021, Shopee 12.12 Birthday Sale Sudah Siap Berbagai Promo

Camat Takisung Yudo Restanto menuturkan abrasi yang menggerus aspal di badan jalan tersebut terjadi pada Minggu malam kemarin sering terjadinya banjir rob atau meluapnya air lautan ke daratan.

"Itu badan jalan yang ambrol berada di lingkungan RT 1 di Dusun Manggisan, Desa Telagalangsat," sebut Yudo, Selasa (7/12/2021).

Petugas bersama warga memantau kondisi jalan desa yang tergerus abrasi, Minggu (5/12/2021)
Petugas bersama warga memantau kondisi jalan desa yang tergerus abrasi, Minggu (5/12/2021) (YUDO RESTANTO UNTUK BPOST GROUP)

Panjang abrasi dikatakannya sekitar sepuluh meter. Sedangkan bentang lebar abrasi mencapai sekitar seperti penampang badan jalan setempat. 

Kerusakan tersebut cukup rawan bagi pengendara karena memuncullkan tebing yang curam. Meski begitu pengendara masih bisa melintasinya, termasuk kendaraan roda empat.

"Mobil masih bisa saja melewatinya, hanya saja harus pelan dan hati-hati," tandas Yudo.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved