Umrah 2021
Jemaah Umrah Indonesia Batal Berangkat Lagi, Sudah Tiga Kasus Omicron Terdeteksi
Penundaan ini imbas dari terdeteksinya kasus virus corona varian omicron di Indonesia. Hal ini pun membuat Kemenag menyampaikan permintaan maaf
BANJARMASINPOST.CO.ID - Jemaah umrah Indonesia tampaknya masih harus bersabar untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Pemberangkatan jemaah umrah yang sedianya dilakukan dalam waktu dekat, terpaksa ditunda.
Penundaan ini imbas dari terdeteksinya kasus virus corona varian omicron di Indonesia. Hal ini pun membuat Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan permintaan maaf kepada para jemaah.
Seperti diketahui, sampai kemarin, pemerintah mendeteksi ada 3 kasus varian omicron di Indonesia. Seperti disampaikan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmidzi, Sabtu (18/12/2021).
Pasien Omicron pertama terkonfirmasi pada Kamis lalu berinisial N, seorang pekerja pembersih di Wisma Atlet Kemayoran. Temuan ini merupakan hasil pemeriksaan khusus SGTF yang dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan pada tanggal 14 dan 15 Desember lalu.
Lalu ada dua lagi pasien terkonfirmasi omicron. Nadia mengatakan bahwa dua pasien tersebut merupakan hasil pemeriksaan sampel dari lima kasus probable Omicron yang baru Kembali dari luar negeri.
Baca juga: Keberangkatan Jemaah Umrah Tertunda, Kemenag : Demi Kebaikan Bersama
Baca juga: Biaya Umrah Terbaru Efek Karantina Perjalanan Luar Negeri Jadi 10 Hari, Begini Kata Amphuri
Dua pasien terkonfirmasi terbaru adalah IKWJ, 42 tahun, laki-laki, perjalanan dari Amerika Selatan serta M, 50 tahun, laki-laki, perjalanan dari Inggris. “Saat ini keduanya sedang menjalani karantina di Wisma Atlet,” katanya.
Terkait penundaan pemberangkataan jemaah umrah, Direktur Bina Haji dan Umrah Khusus Kemenag, Nur Arifin menyampaikan permohonan maafnya.
Seharusnya pada 23 Desember 2021 mendatang, Indonesia akan memberangkatkan jemaah umrah pertama setelah Arab Saudi resmi mencabut suspend penerbangan langsung ke sana terhadap Indonesia.
Keputusan pembatalan umrah ini diambil karena ditemukannya varian Omicron di Indonesia.
"Kami atas nama pemerintah menyampaikan permohonan maaf atas kebijakan penundaan pemberangkatan umrah ini. Tentu kita kecewa terhadap kebijakan ini, karena memang kita tidak mengharapkannya."
"Akan tetapi kita harus menjalankan kebijakan Bapak Presiden dalam rangka keselamatan dan kesehatan bangsa Indonesia dari potensi serangan varian baru Virus Corona bernama Omicron," kata Nur Arifin dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Minggu (19/12/2021).
Lebih lanjut Nur Arifin menuturkan bahwa bangsa Indonesia telah berjuang cukup lama untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini.
Kini pun pemerintah telah berhasil menekan laju kasus Covid-19 di Indonesia.
Untuk itu Nur Arifin berharap agar varian Omicron ini tidak berkembang di Indonesia agar pandemi bisa segera berakhir.
Sehingga ibadah umrah bisa kembali diselenggarakan dengan aman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/umrah-989897.jpg)