Breaking News:

Tajuk

Efek Premium dan Pertalite

Rencana penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite pada 2022 menuai pro dan kontra.

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID - Rencana penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite pada 2022 menuai pro dan kontra.

Ini karena dampak panjang dari rencana penghapusan BBM yang termasuk berkategori murah itu.

Berbagai aspek akan terkena imbas, mulai aspek ekonomi, sosial hingga efek pada kendaraan yang biasa memakai BBM beroktan rendah.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai rencana penghapusan BBM Premium dan Pertalite pada 2022 kontraproduktif dengan upaya pemulihan ekonomi.

Penghapusan premium dan pertalite bakal menghambat upaya pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional, setelah ditekan pandemi Covid-19.

Ini akan berpengaruh lebih besar terhadap kelompok masyarakat miskin hingga menengah, yang akhirnya meningkatkan inflasi.

Oleh sebab itu, Faisal meminta pemerintah untuk mengkaji ulang penghapusan BBM murah, khususnya jenis pertalite dalam menjaga daya beli masyarakat.

Bukan hanya itu, pemilik kendaraaan yang berbahan bakar kedua jenis bensin tersebut harus beralih pada jenis lain yang oktannya lebih tinggi, seperti Pertamax (92) dan Pertamax Turbo (98).

Selain BBM, tahun 2022 juga akan disambut dengan penyesuaian tarif listrik bagi 13 golongan pelanggan PLN nonsubsidi mulai 2022.

Rencana penyesuaian tarif listrik ini telah disepakati kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Direktur Jenderal ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana seperti dikutip dari Kompas.com mengatakan rencana penyesuaian tarif listrik tersebut bakal dilakukan jika kondisi pandemi Covid-19 sudah semakin membaik.

Rida menjelaskan, dalam penetapan tarif PLN terbagi menjadi dua golongan, yaitu pelanggan bersubsidi dan pelanggan nonsubsidi.

Tentunya, pemerintah harus mempertimbangkan banyak hal sebelum kebijakan itu diketok.

Mengingat, kondisi ekonomi belum benar-benar pulih. Masih banyak masyarakat yang hidupnya kembang kempis gara-gara dihajar efek Covid-19.

Tentu akan ada efek beruntun kenaikan BBM, elipiji dan PLN secara bersamaan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved