Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Cindai Alus Kabupaten Banjar Sentra Pembuatan Keripik Singkong yang Kriuk Maknyus

Banyak warga menjadi perajin keripik singkong disukai konsumen, tempatnyadi Desa Cindai Alus, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kallsel.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Keripik singkong produksi warga Desa Cindai Alus, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (8/1/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Memasuki Desa Cindai Alus, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, akan terihat sejumlah kios keripik singkong. Lebih lima buah kios yang ada di situ.

Camilan khas Cindai Alus ini memang beda rasanya dibandingkan di tempat lain. Renyah dan varian rasanya memikat lidah baik yang original dan pedas manis.

Produk keripik singkong dari Cindai Alus ini harganya cukup terjangkau, per bungkus berat 1/2 kg untuk rasa original harganya Rp15 ribu. Sedangkan pedas manis dengan kemasan berat yang sama Rp20 ribu.

Para pengguna jalan adalah pangsa pasar usaha ini. Apalagi kawasan Cindai Alus terdapat beberapa pesantren sehingga keluarga santri juga menjadi target pasar.

Selain masyarakat umum, hasil olahan rumah tangga itu juga dibeli kalangan pedagang camilan yang membeli secara grosir dan dijual lagi hingga Rp 40-50 ribu per kg.

Baca juga: Imbas Larangan Ekspor Batu Bara, Kanwil DBJC Kalbagsel Sebut 13 Kapal Batal Berlayar

Baca juga: VIDEO Harga Ayam Potong Naik Jadi Rp 27 Ribu Per Kilogram

Penuturan Siyah, anak pelaku usaha keripik singkon, para pembuat dan penjual keripik singkong di kawasan itu beberapa di antaranya adalah masih satu keluarga.

Usaha tersebut diawali kakek-nenek mereka dan terus berlanjut hingga sekarang. Bahan baku tidak terlampau sulit karena masyarakat setempat banyak yang berkebun singkong.

"Pembuatan keripik singkong ini tergantung seberapa panen didapat. Kalau membuat keripik dengan bahan sepikul (100 kg) singkong, ya paling lama lima hari sudah terjual semua," ungkapnya.

Sementara itu, Fatimah, penjual keripik di kawasan Jalan Purnawirawan, Kota Banjarbaru, mengatakan,. jual keripik singkong sudah sejak 5 tahun yang lalu, pelanggan banyak yang suka.

"Saya ambil keripik di Desa Cindai Alus, kemudian dijual lagi. Rata-rata saya beli 20 kilogram setiap harinya," ujar Fatimah.

Baca juga: Jasa Giling Daging Mulai Laris Manis, Kini Order Penggilangan Pelaku Usaha Ini Sehari Capai 150 Kg

Baca juga: Pedagang Durian Kembali Marak, Ada Durian Lokal Mataraman dan Karangintan Hingga Durian Kalteng

Sedangkan Rakhsan, pembeli, mengatakan, kalau melintasi di Desa Cindai Alus selalu sempatkan beli satu atau dua bungkus keripik singkong.

"Biasanya pulang mancing, saya mampir dan beli untuk keluarga di rumah. Enak ini untuk camilan sambil nonton TV atau ngobrol santai," tukasnya.

Begitu pula Yani, pembeli, seringkali mampir belanja keripik yang tak hanya untuk dikasihkan kepada anaknya di pesantren tapi juga dibawa pulang.

"Malah kadang ada tetangga yang tiitip dibelikan. Sebab, keripik singkong di sini memang maknyus, renyah dan rasanya pas di lidah," tandasnya.  

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved