Breaking News:

Berita HSU

Uniknya Pasar Tungging Amuntai HSU, Jual Aneka Macam Keripik, Ada Rasa Pedas, Manis dan Gula Merah

Pasar Tungging Amuntai terbilang unik. Pasar yang buka setiap Rabu sore hingga malam ini menjual aneka ragam keripik.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati
Pasar Tungging Amuntai HSU, Ada jual aneka macam keripik, Ada Rasa Pedas, Manis, Gula Merah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI -  Para pecinta jajanan keripik di Hulu Sungai Utara (HSU) bisa mendapatkan cemilan ini setiap hari Rabu Sore hingga malam hari di Pasar Induk Amuntai.

Banyaknya penjual keripik dengan berbagai macam jenis dengan bahan dasar singkong dan pisang. 

Dari bahan singkong yang diolah menjadi keripik pedas, manis, gula merah hingga dibuat marning. Keripik pisang juga ada sekaligus dengan pangsit, kacang rebus dan lapat. 

Uniknya  adalah belasan pedagang ini berjualan dengan jenis penjualan yang sama dan berjejer. Dan ini sudah ada di  Pasar Induk Amuntai setiap Rabu sore hingga malam sejak puluhan tahun lalu.

Baca juga: Cindai Alus Kabupaten Banjar Sentra Pembuatan Keripik Singkong yang Kriuk Maknyus

Baca juga: Keripik Singkong Kita asal Martapura Tembus Pasar Brunei Darussalam

Baca juga:  Job Nyanyi Banyak Dibatalkan saat Banjir Kalsel, Penyanyi Banua Ini Jual Keripik Singkong

Keripik marning yang menjadi salahsatu olahan merupakan salahsatu cemilan khas banjar. 

Singkong yang di potong kecil menyerupai lidi dibumbui dengan bumbu pedas dan manis, ini merupakan salahsatu khas dari pasar ini karena sulit ditemukan jika tidak hari pasar. 

Atul salahsatu pedagang mengatakan sudah berjualan bertahun tahun, seluruh barang dagangannya dirinya membuat sendiri. Dirinya berjualan mengikuti hari pasar di beberapa kecamatan. 

“Hanya menjualkan dapat bagian 10 persen dari hasil penjualan, sudah bertahun tahun berjualan keripik,” ujarnya. 

Diakuinya pada saat pandemi Covid 19 pendapatan menurun karena orang yang datang ke pasar pun berkurang. Namun saat ini sudah mulai kembali seperti semula karean warga yang datang ke pasar juga mulai banyakkembali. 

Atul menambahkan keripik yang dijual harganya terjangkau yaitu Rp 5000 pertakar, jenis kripik yang paling dicari adalah marning yaitu dari singkong dengan bumbu pedas. 

Baca juga: Keripik Tempe Olahan Warga Binaan Lapas Banjarbaru Rambah Koperasi Bank

Pasar malam atau yang biasa disebut pasar tungging ini menjadi salahsatu hiburan bagi warga HSU dengan adanya wahana permainan yang ada dan menjual berbagai jenis kuliner. 

Atul dan pedagang keripik lainnya merupakan warga dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mereka mengikuti hari pasar yang ada di beberapa kabupaten termasuk Tabalong dan Balangan. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved