Ekonomi dan Bisnis

Pedagang Minyak Goreng di Kabupaten HSU Diperingatkan Agar Tidak Jual di Atas HET

Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten HSU akan beri sanksi kepada agen dan pedagang yang permainkan stok dan harga minyak goreng.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Minyak goreng dijual di salah satu toko di Sungai Malang, Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (5/2/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, melakukan pengawasan terhadap penjual minyak goreng.

Bahkan, Diskoperindag HSU akan memberi sanksi tegas kepada pedagang atau agen yang menjual minyak goreng di atas HET (harga eceran tertinggi) Rp 14 ribu per liter, mulai sanksi administrasi hingga perizinannya.

"Untuk agen dan pengecer akan terus kami pantau sampai Juni 2022. Semisal ada agen atau pengecer yang masih menjual harga tinggi, maka akan kami berikan sanksi tertulis hingga penindakan pencabutan perizinan berusaha." ujar Plt Kabid Perdagangan, Muhammad Isnaini, Sabtu (5/2/2022).

Pemberlakuan HET dimulai per 1 Februari 2022 untuk minyak goreng sawit sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2022 adalah minyak goreng curah Rp 11.500 per liter.

Baca juga: Haul ke-17 Guru Sekumpul Tak Mengantongi Izin Satgas Covid-19 HSU, Panitia Diminta Laksanakan Prokes

Baca juga: Peringatan Isra Mikraj dan Haul Guru Sekumpul ke-17 di Masjid Jami Kota Banjarmasin

Kemudian, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

Pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan dan pemahaman kepada masyarakat antara distributor, agen hingga ke pengecer.

Tujuannya, memastikan penyesuaian penerapan HET minyak goreng sesuai ketentuan.

Ia juga mengimbau kepada para penjual minyak goreng yang masih mempunyai stok dengan harga di atas HET Rp 14.000 agar bisa merubah sesuai yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca juga: VIDEO - Warung Makan Gratis Disiapkan Sambut Jemaah Haul ke-17 Guru Sekumpul di HSU

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel - Motif Pembacokan yang Akibatkan Warga Banua Rantau Tewas Belum Diketahui

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel – Seorang Warga Banua Rantau Kabupaten HST Tewas Akibat Dibacok

"Bisa dikembalikan ke agen dan diberi dengan harga yang sesuai subsidi," ujarnya.

Terpisah, Anang, salah satu penjual minyak goreng di Sungai Malang, Amuntai, Kabupaten HSU, mengatakan, stok lama sudah dihabiskan dan saat ini sudah mulai menggunakan harga baru dari agen.

"Ada beberapa liter yang belum terjual, namun kami jual dengan harga baru. Anggap risiko berdagang saja karena sisanya juga tidak banyak," ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved