BTalk Serambi Ummah
BTalk - Tubuh dan Jiwa Sehat, Ibadah Pun Kuat
Sehat akan nyaman beribadah, menurut dosen Fakultas Kesehatan Uniska di acara BTalk, perlu jaga fisik dengan jaga pola makan, istirahat, hindari stres
Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Keduanya membuat kita kuat dan nyaman beribadah. Bagaimana sebenarnya umat Islam menjaga kesehatan? Apalagi sekarang masih pandemi Covid-19.
Seputar hal di atas dibahas dalam perbincangan bertema Tubuh Sehat Ibadah Kuat di Program Ummah, Kamis (10/2/2022) pukul 16.00 Wita.
Hadir dua narasumber, Nurul Indah Qoriati, SKM, MKes, dosen Fakultas Kesehatan Uniska, dan Ceria Hermina, MPsi, Psikolog, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin.
Perbincangan tersebut dipandu jurnalis Banjarmasin Post, M Kamardi, dan bisa pula Anda simak ulang di kanal Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post.
Baca juga: Meninggal Dalam Laka Maut di A Yani Km 9 Kertak Hanyar, Korban Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin
Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Bapelkes di Banjarbaru Jadi Tempat Karantina
Menurut Nurul, ibadah itu perlu iman dan imun. Apalagi saat masa pandemi Covid-19 ini perlu imunitas yang kuat.
Lanjutnya, menurut WHO, kesehatan itu adalah keadaan sejahtera fisik dan mental (kejiwaan, psikologi) dan sosial, yang bukan hanya bebas penyakit tapi juga kecacatan.
"Definisi kesehatan dari Kemenkes itu tidak hanya tiga, tapi empat, yaitu sejahtera fisik, psikis, sosial dan spiritual," paparnya.
Sebagai umat muslim, memang dalam melaksanakan ibadah perlu fisik yang prima. Apalagi menjalankan ibadah dalam rukun Islam yaitu puasa dan haji.
"Agar selalu sehat sehingga bisa nyaman beribadah, maka jaga fisik kita dengan menjaga pola makan, pola istirahat dan hindari stres, juga berolahraga," urai Nurul Indah Qoriati, dosen Fakultas Kesehatan Uniska.
Baca juga: Pompa Ukur BBM 2 SPBU di Banjarmasin Ditera Ulang, Begini Hasilnya
Baca juga: Respons Pasca 33 Orang Reaktif Swab Antigen, DPRD Kalsel Gelar vaksin Booster
Ditambahkan Ceria Hermina, sehat fisik, psikis, sosial dan spiritual itu harus dimotivasi dari diri sendiri. Satu bagian saja yang tidak sehat, misal psikis, maka berpengaruh pada fisik.
"Ketika pikiran tegang, maka bawaannya jadi stres, jika tak diatasi maka muncul penyakit fisik macam migrain atau sakit perut. Itu pengaruh psikis terhadap fisik," jelasnya.
Sebelum pandemi, kesehatan mental sangat perlu dijaga. Apalagi di masa pandemi ini yang faktahya banyak orang yang stres, baik karena pekerjaan, usaha dan hal lain yang terbatasi.
"Ketika fisik sudah terganggu, biasanya ada sinyal antara lain tubuh demam. Ketika psikis mulai terganggu, biasanya cemas hingga berlanjut stres," papar Ceria.
Menurut Dekan Fakultas Psikologi UM Banjarmasin ini, tips psikis selalu sehat adalah meningkatkan kualitas ibadah. Sebab ibadah yang berkualitas akan memengaruhi kejiwaan.
Baca juga: Antusias Ikuti Vaksinasi Anak & Lansia di Banjarmasin, Kakek 70 Tahun Ini Rela Jalan kaki dari Rumah
Baca juga: Covid-19 Meningkat, Pemko Banjarmasin Tak Buru-buru Membuka Isoter, Begini Penjelasan Kadinkes
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/perbincangan-mengenai-tubuh-sehat-akan-nyaman-beribadah-di-acara-btalk-kamis-10022022.jpg)