Fikrah

Fadilat Membaca Surah Yasin

Yasin adalah nama Surah Yasin itu sendiri. Yasin juga merupakan salah satu nama dari nama Nabi Muhammad SAW.

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin Lc MA (Ketua MUI Provinsi Kalsel)

BANJARMASINPOST.CO.ID - SURAH yasin adalah surah yang ke 36 di dalam Al Qur'an, ayatnya sebanyak 83 ayat. Surah Yasin apabila dibaca di waktu malam, maka orang yang membacanya diampunkan dosa-dosanya yang tidak sengaja di waktu siang dan apabila dibaca di waktu siang di awal sesudah sholat subuh maka diampunkan dosa-dosanya yang ia kerjakan sengaja atau tidak sengaja sedikit atau banyak di waktu malam.

Yasin adalah nama Surah Yasin itu sendiri. Yasin juga merupakan salah satu nama dari nama Nabi Muhammad SAW. Di awal Yasin ditegaskan Ya Sinn Wal quranil hakim, innakalaminal mursyalin, alasiratil mustakim tanjilalajijirrahim. Surah Yasin merupakan bentuk peringatan kepada suatu kaum yang orang tua mereka diberi peringatan lalu mereka lalai dan murka.

Di dalam Surah Yasin ditegaskan bahwa Allah SWT akan mengucapkan selamat kepada penduduk surga dengan ucapan salamun kaullan mirabbir rahim (3x). Allah SWT memasukkan ahli surga ke dalam surga dan akan mendapatkan nikmat mala ainun ra'at wala ujzunun sami'at, akan mendapatkan nikmat yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga nantinya, setelah ahli surga menerima nikmat hissi atau materi berupa istana yang besar, makanan yang lezat dll, lalu Allah SWT menampakkan wajahnya kepada ahli surga : wujuhun yaumaijin nadhirah illa robbiha najirah, pada hari itu wajah-wajah ahli surga nampak cerah ceria, mereka melihat wajah tuhan mereka sehingga Allah SWT mengucapkan salam, sallamun kaullan mirrabbir rahim 3x. Pada hari itu terpisahlah antara orang ahli surga dengan orang ahli neraka.

Di dalam peristiwa isra dan mikraj, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim A.S di langut yang ke 7, lalu Nabi Ibrahim menyampaikan salam kepada umat Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: Ya muhammad, abliq ummataka minnisiyassalam wa akhbirhum annal zannata tayyibatut turbah azbatul ma wa girasuha subhanaullah (Tasbih), Walhamdulillah (Tahmid), Walaillahaillaullah ( Tahlil), Waullahuakbar (Takbir).

Itulah tanam-tanaman surga yang dipesankan Nabi Ibrahim A.S. Allah SWT akan memberikan surga untuk kepada seluruh umat beriman seluas langit dan bumi. Rajin-rajinlah mengucapkan tasbih ini selengkapnya supaya kebun-kebunan surganya penuh dengan tanam-tanaman itu tadi.

Diriwayatkan, ketika Nabi Muhammad SAW dipanggil oleh Allah SWT untuk menerima perintah sholat 5 waktu selama 50 waktu, beliau jatuh tersungkur di hadapan Allah, dan berkata attahiyatul mubarakatus shalawatut tayyibatulillah (penghormatan yang penuh berkah sholawat yang baik adalah teruntuk bagi Allah SWT). Allah menjawab assalamualaika ayyuhannabi warahmatullah wabarakatuh (selamat sejahtera atas engkau dan rahmat Allah), lalu Nabi menjawab, assalamualaina waaala ibadika salihin (salam yang engkau sampaikan itu wahai Allah bukan saja untukku tetapi adalah untuk ummat ku dan hamba hamba mu yang sholeh), pada waktu itu bersaksi lah langit dan bumi, ashaduala illahailaullah waashaduanna ilahailaullah, lalu turunlah perintah sholat yang 50 waktu.

Nabi Muhammad SAW turun dan kemudian bertemu Nabi Musa AS. Nabi Musa lalu bertanya wahai Muhammad apa yang diperintahkan Allah? Nabi Muhammad menjawab Sholat 50 waktu. Nabi Musa menyarankan agar Nabi Muhammad meminta keringanan kepada Allah, sehingga Nabi Muhammad bolak balik ke hadirat Allah minta keringanan dan setiap kali datang dikurangi 5, sehingga bolak balik 9 kali maka tersisa lah 5 kali.

Menurut riwayat di sini Nabi Musa AS terkesan lebih pintar dari Nabi Muhammad SAW. Padahal sebenarnya sholat itu tetap 50 kali, namun hanya dikerjakan 5 kali saja karena umat Nabi Muhammad itu alhasanatu bi asri amsaniha, satu kebaikan dinilai 10 kali kebajikan, jadi dikerjakan 5 waktu tetapi nilainya adalah 50 waktu. Allah SWT berfirman akimissholata lidulu kisyansi ila gasakil laili wa qur'anal fajri innal quranal fajri kana masyruda (dirikanlah sholat diterang benderang matahari (Zuhur dan Asyar,) ilagasakil laili gelep malam (Magrib dan Isya). Waquranal fajri (sholat subuh) disaksikan oleh para malaikat.

Sholat fardu ini disempurnakan dengan sholat sunat, sholat sunat khusus yang diperintahkan secara khusus pula di dalam Al'quran ialah sholat sunat tahajjud, waminal laili watahajjad bijhi nafiyatallah asa an yabasyaka rabboka makanal mahmuda (di waktu malam bertahajud lah engkau kepada Allah sebagai tambahan niscaya Allah mengangkat engkau ke derajat yang mulia).

Nabi Muhammad SAW pada setiap malamnya selalu bertahajud sampai diriwayatkan bengkak kakinya dan semua permasalahan yang dihadapinya dapat diselesaikan dengan bantuan Allah SWT melalui tahajud, sehingga terangkatlah derajatnya.

Tahajud dilaksanakan 8 rakaat dengan 4 kali salam, di tambah dengan witir 3 rakaat dengan 2 kali salam. Dalam bertahajud dilakukan 4 macam permohonan, 2 rakaat pertama minta diampunkan dosa, 2 rakaat kedua minta dikabulkan segala hajat, 2 rakaat ketiga minta dikabulkan segala permohonan, terutama permohonan agar supaya dapat diberikan mimpi bertemu dengan rasul di dalam mimpi kemudian dapat i'tikaf di raudah as syarifah dan dimudahkan dalam melaksanakan haji dan umrah.

Demikian lah setiap malamnya jangan lepas dari kebiasaan Nabi bertahajud ini. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved