Ekonomi dan Bisnis

Harga Porang Turun, Kini Dipatok Segini per Kilogram

Harga Porang cenderung turun. Saat Ini, harganya dipatok Yakni Rp 5.000 per kilogram. 

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
istimewa
Suasana pertanian porang di Balangan.  

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harga porang cenderung turun membuat semangat petani kendor. 

Saat ini di musim penghujan, Harga Porang cenderung turun Yakni Rp 5.000 per kilogram. 

Ketua Asosiasi Petani Porang Kalsel,Joni Sulistianto membenarkannya. 

"Iya memang turun, saat ini Rendemen (kandungan air) Porang masih tinggi. Per hari ini kita terima 5000/kilogram., Dan ini biasanya akan bergerak naik seiring curah hujan. Kalau nanti panas maka akan naik harga," kata Joni Sulistianto. 

Baca juga: Jamin Program Ekspor Porang, Petani di Balangan Mulai Tanam Porang di Lahan Kebun Karet

Baca juga: Ditanam Tumpang Sari, Begini Perkembangan Budidaya Porang di Sumber Rahayu Batola

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman mengungkapkan, pada saat porang booming dua tahun lalu, semangat petani menanam porang cukup tinggi. 

Bahkan tahun 2021, porang Kalsel diekspor ke Jepang dan disaksikan langsung Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Seiring banyaknya produksi porang di seantero negeri, maka otomatis harganya pun menukik tajam. 

"Harga porang juga mengalami penurunan disaat produksi melimpah," sungut Syamsir.

Syamsir yakin, ekspor perdana porang bukan sekaligus ekspor yang terakhir seperti disinggung Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar saat memberikan sambutan pada Musrenbang Pertanian beberapa waktu lalu.

"Harga porang di pasar ekspor juga anjlok. Padahal pengusaha porang di Balangan misalnya, sudah kontrak dengan pembeli dari negara ekspor. Karena harga tadi, maka petani banyak yang menjual ke luar daerah hanya karena beda harga sedikit. Mereka kelain hati," kata Syamsir.

Dia meminta kepada pengusaha selalu turun ke petani porang untuk melakukan pembinaan secara intens.

"Kalau petani tidak diikat dengan perjanjian kontrak yang jelas, maka mereka akan menjual ke pembeli yang mematok harga lebih tinggi, itu sah saja dalam hukum ekonomi," katanya.

Saat ini, kata Syamsir, Dinas TPH Kalsel bekerja sama dengan Balai Karantina terus melakukan pembinaan kepada petani porang di tiga kabupaten penghasil porang yakni Balangan, Tabalong dan Tanah Bumbu.

"Luasan tanaman porang kita lebih dari 400 hektar dengan hasil produksi sekali panen lebih dari 100 ton. Artinya potensi itu sangat besar dan ekspor porang Kalsel saya yakini akan kembali cerah," ucapnya.

Baca juga: Terdampak Cuaca Penghujan, Harga Porang Turun Jadi Rp 5.000 Per Kilogram

Syamsir juga mengurai porang Kalsel memang masih kalah bersaing dengan porang dari Pulau Jawa. Porang sudah diolah dalam bentuk chips dan butiran mirip beras. 

"Kalau porang kita masih dalam bentuk bongkahan. Kalau pun sudah jadi chips tapi kadar airnya masih tinggi. Ini tugas besar kita bagaimana mengolah porang agar berkualitas dan layak ekspor," katanya. (AOL)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved