Ramadhan 2022

Lafadz Doa Qunut Witir di Pertengahan Ramadhan, Ustadz Abdul Somad Ungkap Hukum Membacanya

Doa Qunut merupakan amalan yang disunnahkan dalam shalat. Ustandz Abdul Somad jelaskan soal hukum membaca doa qunut

Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
Instagram
Ustadz Abdul Somad 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Qunut merupakan amalan yang disunahkan dalam shalat, Ustadz Abdul Somad beberkan hukum membaca qunut saat shalat witir dan pendapat 4 mazhab.

Doa Qunut umumnya dibaca saat shalat subuh. Di pertengahan bulan Ramadhan, qunut juga dibaca saat shalat witir yakni disebut qunut witir.

Qunut sendiri berasal dari Bahasa Arab yang memiliki beberapa makna diantaranya yaitu berdiri lama, diam, selalu taat, tunduk, doa dan khusu'.

Maksud Doa Qunut secara istilah adalah doa yang dibaca seorang muslim dalam shalat pada tempat yang dikhususkan semasa berdiri.

Baca juga: Dzikir Jelang Waktu Berbuka Puasa Dijelaskan Buya Yahya, Amalan Rutin di Bulan Ramadhan

Baca juga: Bolehkan Orang Tua Membayarkan Zakat Fitrah Anak yang Sudah Bekerja, Ini Kata Ustadz Abdul Somad

Doa Qunut Witir

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mazhab terkait pelaksanaan doa qunut witir. Ulama mazhab Syafiiyyah melaksanakan qunut witir pada akhir shalat witir setelah rukuk di pertengahan bulan Ramadhan.

Sedangkan, ulama kalangan Hanafiyah melakukan qunut witir di rakaat ketika sebelum rukuk setiap sholat sunnah. Sementara itu, menurut mazhab Hanabilah, qunut witir dilakukan setelah witir dan pengikut Imam Malik menetapkan bahwa qunut witir tidak disunnahkan.

Menurut mazhab Syafiiyyah, bacaan doa qunut witir sama seperti doa qunut subuh. Berikut bacaan doa qunut witir:

للّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ
مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allahhummahdinii fiiman hadait, wa'a finii fiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawal-laiit, wa baarik lii fiimaa a'thait, wa qinii syarra maa qadhait.

Fainnaka taqdhii walaa yuqdha 'alaik, wa innahu laayadzilu man walait, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaa rakta rabbanaa wata'aalait.

Falakalhamdu 'alaa maaqadhait, Astaghfiruka wa'atuubu ilaik, Wasallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa'alaa aalihi washahbihi wasallam.

Artinya: Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk, dan berilah padaku pengampunan sebagaimana pada mereka yang Engkau beri ampun, dan peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang Engkau pelihara, dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada merek, dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan.

Baca juga: Perbanyak Ibadah Untuk Mendapatkan Lailatul Qadar, Simak Tanda-tanda dan Amalkan Doa Ini

Baca juga: Hukum Bayar Zakat Fitrah di Awal dan Pertengahan Ramadhan, Buya Yahya Jelaskan Batas Waktunya

Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan yang kena hukum, maka sesungguhnya tidaklah hina pada mereka orang yang Engkau pimpin, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau

Maka bagi Engkau segala puji atas yang Engkau hukumkan, aku mohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau, dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved