Mudik Lebaran 2022
Amankan Jalur Mudik, Dinas PU Kabupaten Tanahlaut Tambal Badan Jalan yang Rusak
kondisi jalan raya jalur mudik maupun jalur ke objek wisata di Kabupaten Tanahlaut menjadi atensi khusus pemerintah kabupaten.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Secara umum kondisi jalan raya jalur mudik maupun jalur ke objek wisata di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), dalam keadaan baik.
Namun di beberapa tempat kerusakan kecil juga ada meski tak seberapa.
Hal itu menjadi atensi khusus pemerintah kabupaten setempat, apalagi momen libur lebaran segera tiba.
Kalangan warga di daerah ini pun juga berharap kerusakan kecil yang terjadi segera diatasi.
Pasalnya, meski kecil namun di antaranya juga rawan memunculkan risiko kecelakaan bagi pengendara.
Baca juga: Maling Beraksi Saat Tarawih, Tokoh Warga Pulausari Kabupaten Tanahlaut Ambil Langkah Antisipasi
Baca juga: Gepeng Bertebaran di Pasar Pelaihari, Dinsos Tala Bersama Satpol PP Lakukan Langkah Ini
Contohnya di jalur alternatif Tambangulang-Banyuirang.
Di jalur tersebut juga terdapat beberapa tempat kerusakan fisik badan jalan meski pernah ditangani oleh Dinas PUPRP Tala.
"Tapi karena penanganannya bersifat sementara sehingga tak bertahan lama. Jadi, di beberapa titik muncul lagi lubang," sebut Ihram, warga Pelaihari, Selasa (26/4/2022).
Jalur tersebut dulu mulus beraspal. Namun ketika ruas jalan A Yani di wilayah Benuara (Batibati)-Benuaraya (Tambangulang) ditinggikan dan lalu lintas armada besar dialihkan melewati jalur Tambangulang-Banyuirang, sejak itu pula jalur alternatif itu mengalami kerusakan.
Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPRP Tala Dwi Hadi Putra mengatakan terkait antisipasi libur dan hari raya, jalan-jalan yang menjadi ruas provinsi, penanganannya koordinasikan dengan pihak pemerintah provinsi.
Baca juga: Setop Ekspor CPO Belum Berdampak Penurunan Harga Minyak Goreng Kemasan di Kalsel
Baca juga: Dinas Perhubungan Kalsel Dirikan 4 Pos untuk Layani Pemudik Lebaran 2022
"Sedangkan yang menjadi ruas jalan kabupaten, kita tangani dengan agregat LPA kalo ada lubang-lubang kecil, sambil kita menunggu produksi aspal, AMP mana yang ada produksinya," jelas Dwi.
Dikatakannya, saat ini pihaknya mewaspadai pada jalur Tambangulang, Kaitkait hingga Banyuirang tersebut.
Ini dikarenakan ada lubang-lubang di sepanjang jalan alternatif tersebut.
Pejabat eselon III ini mengatakan seputaran Kaitkait dan Banyuirang telah ditangani sejak beberapa pekan silam.
Saat ini agregat tersebut terbuka lagi karena memang belum teraspal lantaran menunggu produksi AMP yang beroperasi.
(banjarmasinpost.co.id/roy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Pekerja-menambal-sulam-kerusakan-fisik-badan-jalan-alternatif-Tambangulang-Banyuirang.jpg)