Berita Banjarmasin

Petugas BKSDA Rawat Bekantan dan Kucing Hutan yang Diamankan Polda Kalsel

Petugas Ditreskrimsus Polda Kalsel amankan 1 bekantan dan 5 kucing hutan dari warga Pekauman, Banjarmasin, dititip ke petugas BKSDA untuk dirawat.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Bekantan dan kucing hutan yang diamankan polisi dari seorang warga Pekauman, Kota Banjarmasin, dititipkan untuk dirawat oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel), Kamis (12/5/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seorang berinisial MNR, warga Kelurahan Pekauman, Kota Banjarmasin, diamankan Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan, Kamis (12/5/2022).

Dari tangan MNR, polisi mengamankan seekor Bekantan betina dan lima ekor kucing hutan yang diperkirakan usianya beberapa minggu. 

Lelaki tersebut menjalani pemeriksaan oleh anggota Unit 4 Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalsel.

Sedangkan Bekantan dan kucing liar, dititipkan dan dibawa petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel).

Menggunakan mobil bak terbuka, Bekantan dan kucing hutan beserta kandangnya dibawa untuk dilakukan perawatan oleh petugas BKSDA Kalsel.

Baca juga: Ditreskrimsus Polda Kalsel Amankan Bekantan dan Kucing Hutan, Diduga Hasil Perdagangan Gelap

Baca juga: Optit Jembatan Gunung Manau Ambruk, Aparat Desa & PUPR  Balangan Lakukan Penanganan Sementara 

Staf Bagian Konservasi Keanekaragaman Hayati BKSDA Kalsel, Jarot Jaka Mulyono, mengatakan, dari pengamatan,  sementara ini kondisi kesehatan Bekantan dan kucing hutan itu dalam keadaan baik. 

"Untuk bekantan, kami cek kondisinya, secara umum sehat dan bisa langsung dilepas nanti," ucapnya. 

Kemungkinan, Bekantan betina itu nantinya dilepaskan di kawasan Pulau Kembang, Kabupaten Barito Kuala (Batola). 

Lokasi itu, kata Jarot, dilihat dari jumlah populasi bekantannya saat ini masih bisa ditambah. Terdukung pula dengan habitat yang masih dapat mengakomodasi penambahan.

Sedangkan lima ekor kucing hutan tersebut, kata Jarot, saat diamati sudah tidak terlalu menunjukkan sifat liarnya. "Kemungkinan, sudah beberapa waktu dipelihara," ujarnya.

Baca juga: Ancaman Hepatitis Akut Muncul di Tengah Aktivitas PTM,  Disdik Banjarmasin Lakukan Ini

Baca juga: BTalk, Aksi Pemko Banjarmasin Mengisi Bulan Imunisasi Anak Nasional

Untuk kucing-kucing liar tersebut akan ditempatkan sementara di kandang transit, sambil dipantau kondisinya. Dan, dilakukan analisa di lokasi mana akan dilakukan pelepasan ke habitat asli.

Ia menegaskan, Bekantan dan kucing hutan masuk dalam daftar satwa dilindungi dan tidak diperkenankan untuk dipelihara atau diperdagangkan secara bebas.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved