Berita Kaltim

Semakin Menjamur, Pengemis Berkostum Badut di Samarinda Kaltim Ditertibkan Satpol PP

Pengemis berkostum badut di Samarinda  Kaltim yang keberadaanya semakin menjamur sejak awal Mei 2022 ini gencar ditertibkan Satpol PP

Editor: Hari Widodo
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Badut berkostum yang semakin menjamur ditertibkan Satpol PP. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Pengemis berkostum badut di Samarinda  Kaltim yang keberadaanya semakin menjamur sejak awal Mei 2022 ini gencar ditertibkan Satpol PP.

Hingga kini, sudah ada 19 Badut yang beroperasi di Samarinda di Tertibkan Satpol PP.

Kepala Satpol PP Samarinda M. Darham melalui Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Samarinda, Ismail menyebutkan, sejauh ini pihaknya telah menertibkan 19 badut dari berbagai wilayah di Kota Tepian ini.

Ia juga menjelaskan, pengamanan ini guna penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16/2002 Tentang Penertiban dan Penanggulangan Pengemis, Anak Jalanan dan Gelandangan.

Baca juga: HEBOH BANGET - Elin, Bocah Pengamen Berkostum Badut yang Cantiknya Viral, Banjir Tawaran Adopsi

Baca juga: Putus Sekolah Dasar, Bocah Perempuan Ini Jadi Badut di Pelaihari Cari Nafkah

Baca juga: Badut Princess Sofia Hibur Anak Saat Vaksinasi di SDN Paringin 2 Kabupaten Balangan

"Kami melakukan patroli di beberapa titik yang berdasarkan laporan masyarakat menjadi tempat kegiatan minta-minta," jelas Ismail kepada Tribunkaltim.co, Sabtu (21/5/2022) siang ini.

"Masalah badut ini memang menjadi perhatian karena belakangan semakin menjamur," imbuhnya.

Selain badut, lanjut Ismail, Satpol PP juga turut mengamankan para pelaku pengelap kaca yang meresahkan masyarakat.

"Karena kalau tidak diberi ada saja aksinya yang bisa merugikan pengguna jalan raya," bebernya.

Untuk pembersih kaca ini, lanjutnya, mereka melakukan penahanan selama 1×24 jam sebelum diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos).

Baca juga: Demi Rupiah, Halimah Rela Menahan Panas di Balik kostum Badut untuk Menghibur Warga Amuntai

"Prinsip kami (Satpol PP) adalah pengamanan. Nanti pembinaannya dari Dinsos," jelasnya.

Untuk diketahui tindakan meminta-minta dengan modus apapun di jalan umum, persimpangan ataupun fasilitas umum telah melanggar Perda Nomor 16 Tahun 2002, dan para pelanggarnya diancam pidana kurungan selama 3 bulan dan atau denda sebesar Rp 5 juta. (*)


Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Melanggar Perda dan Meresahkan, Satpol PP Samarinda Mulai Tertibkan Pengemis Berkostum Badut

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved