Berita Tanahlaut
Ternak Desa Bumi Jaya Masih di-Lock Down, Sapi Terindikasi PMK Bertambah Jadi Segini
Disnak Keswan Tala menegaskan ternak sapi di Desa Bumi Jaya masih di-Lock Down atau diisolasi. Saat ini, ada 23 ekor sapi yang terindikasi PMK
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), meminta peternak di Desa Bumijaya, Kecamatan Pelaihari, bersabar menyusul masih diberlakukannya lock down atau isolasi dan pengawasan terhadap ternak sapi setempat.
Apalagi jumlah sapi yang terindikasi terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) bertambah.
"Data terkini sapi di Bumijaya yang berciri klinis terkena PMK menjadi sebanyak 23 ekor," sebut Kepala Disnak Keswan Tala H Iwan Persada kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (22/5/2022).
Sebelumnya saat awal ada laporan sapi sakit di Bumijaya pada dua pekan lalu, terdeteksi lima ekor sapi yang berciri klinis terpapar PMK di lingkungan RT 4.
Baca juga: Kabupaten Tabalong Masih Aman dari PMK, Masyarakat Diminta Jangan Beli Sapi dari Daerah Terjangkit
Baca juga: Gejala Klinis Ternak 2 Desa di Kalsel Ini Mengarah ke PMK, Sampelnya Dibawa ke Lab Pusvetma Surabaya
Baca juga: Ternak Sapinya Belum Dibolehkan Masuk Pasar Hewan, Peternak Bumijaya Tanahlaut : Sampai Kapan?
Beberapa hari berikutnya bertambah menjadi 17 ekor sehingga kemudian sejak Senin pekan lalu Pasar Hewan Saranghalang ditutup sementara.
Langkah cepat langsung dilakukan Disnak Keswan Tala. Sapi yang terindikasi terkena PMK langsung diberi obat, vitamin, antibiotik dan kandang disemprot dengan disinfektan.
Pihak terkait dari Provinsi Kalsel pun turut turun bersama Polda Kalsel serta Balai Veteriner Banjarbaru.
Kondisi sapi-sapi tersebut mulai membaik seperti menguatnya kembali nafsu makan, bahkan sebagian telah pulih (sehat). Karena itu Disnak Keswan Tala mulai Senin besok membuka kembali Pasar Hewan Saranghalang secara terbatas hanya sapi dari Tala. Sedangkan sapi dari luar Tala dan dari Bumijaya belum dibolehkan masuk pasar hewan.
"Sementara ini sapi-sapi di Desa Bumijaya masih kami lock down dulu, diisolasi. Sambil kita lihat perkembangan selanjutnya," ucap Iwan.
Ia menegaskan hal tersebut merupakan kesepakatan hasil rapat konsultasi yang melibatkan berbagai pihak dalam upaya mencegah risiko penularan PMK.
Disnak Keswan Tala telah mengirim surat ke Kades Bumijaya menyangkut hal tersebut.
"Juga sdh diketahui oleh bhabinkantibmas Polsek Pelaihari. Selain itu juga merupakan saran dan masukan dari Balai Veteriner Banjarbaru, termasuk saran dari Disbunnak Provinsi Kalsel serta Balai Karantina Pertanian Banjarmasin," papar Iwan.
Dikatakannya, setelah dilaksanakan pelayanan kesehatan hewan yakni penyuntikan antibiotika, vitamin, dan antihistamin, telah tercatat 12 ekor yang telah tersembuhkan. "Sisanya saat ini masih dalam proses penyembuhan," tandasnya.
Pelayanan kesehatan hewan secara serentak di Bumijaya juga telah dilaksanakan terhadap ternak yang sehat. Sasarannya terhadap 125 ekor sapi dan 15 ekor kambing.
Baca juga: Stok 850 Ekor Sapi di Tapin Cukup hingga Iduladha, Ternak Luar Boleh Masuk dengan Syarat Ini
Kegiatan itu dilaksanakan oleh Tim Disnak Keswan Tala, tim Disbunnak Kalsel, tim Balai Veteriner Banjarbaru, tim Karantina Pertanian Banjarmasin.
"Insya Allah akan lanjut pelayanan serentak pada hari Selasa depan," pungkas Iwan seraya menyebutkan jumlah populasi sapi di Tala saat ini sebanyak 77 ribu ekor. (banjamasinpost.co.id/idda royani)