Cacar Monyet

Mengejutkan Cacar Monyet Telah Masuk ke 23 Negara Ini, WHO Sebut Gejala yang Timbul Pada Pasien

Penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox saat ini sudah masuk ke negara non endemi, ini kata Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO

Editor: Irfani Rahman
360nobs.com
Kondisi bocah Afrika yang badannya terserang virus cacar monyet atau monkeypox. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox saat ini menjadi perhatian di semua negara.

Pasalnya Cacar Monyet ini telah masuk ke puluhan negara non endemik  di dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) pun sampai saat ini masih melakukan penelitian tentang penyebaran penyakit yang menyerang kulit ini.

Agar penyebarannya yang masif WHO baru-baru ini merilis panduan terkait cara mencegah agar cacar monyet, tidak menyebar ke lebih banyak negara di dunia.

Baca juga: Daftar Fakta Cacar Monyet yang Kini Menyebar, Simak Cara Pencegahan Virus Monkeypox itu

Baca juga: Fenomena Bulan Hitam Terjadi Malam Ini, Apakah Bisa Dilihat Kasat Mata, Ini Kata Ahli

Pihaknya meminta negara-negara di dunia untuk mewaspadai gejala cacar monyet yang timbul pada pasien. Terutama, jika mereka mengalami ruam yang secara bertahap berubah menjadi koreng dan bisa menyebar ke area tubuh seperti wajah, tangan, dan area lainnya.

Selain itu, pasien yang dicurigai terkena cacar monyet mungkin mengeluhkan gejala seperti demam, pembesaran kelenjar getah bening, sakit kepala, sakit punggung, nyeri otot atau kelelahan.

WHO menyampaikan bahwa tindakan cepat untuk menangani hal ini harus fokus pada hal-hal berikut:

1.Memberikan informasi yang akurat kepada mereka yang mungkin paling berisiko terkena cacar monyet

2.Menghentikan penyebaran lebih lanjut di antara kelompok berisiko

3.Melindungi petugas pelayanan kesehatan

"Meningkatkan kesadaran di antara masyarakat yang berpotensi terkena dampak, serta penyedia layanan kesehatan dan pekerja laboratorium, sangat penting untuk mengidentifikasi dan mencegah kasus lebih lanjut," kata WHO dalam keterangan resminya, Minggu (29/5/2022).

Baca juga: Dasyatnya Manfaat Mentimun Untuk Kesehatan, Bisa Turunkan Kadar Kolestrol Hingga Melawan Kanker

Baca juga: Tips Mengatasi Anak Sulit Makan, dr Reisa Broto Asmoro Bagikan Solusinya

Guna mencegah penyebaran cacar monyet, WHO menyarankan semua individu yang dicurigai terpapar harus menjalani pemeriksaan. Apabila pasien terkonfirmasi cacar monyet, perlu diisolasi sampai lesinya mengeras, keropengnya terlepas dan lapisan kulit baru terbentuk di bawahnya.

"Isolasi dapat dilakukan di fasilitas perawatan kesehatan atau di rumah, asalkan individu yang terinfeksi dapat diisolasi dan dirawat dengan tepat. Semua upaya harus dilakukan untuk menghindari stigmatisasi yang tidak perlu terhadap individu dan komunitas yang berpotensi terkena cacar monyet," lanjut WHO.

Kemudian, penguatan laboratorium di negara-negara endemik harus diprioritaskan untuk memeriksa semua spesimen dari suspek cacar monyet. Saat ini, investigasi wabah pun sedang berlangsung di negara-negara yang telah mengidentifikasi kasus.

Virus monkeypox penyakit cacar monyet yang pertama kali muncul di Singapura
Virus monkeypox penyakit cacar monyet yang pertama kali muncul di Singapura (PUBLIC HEALTH IMAGE LIBRARY/CDC))
Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved