Ekonomi dan Bisnis
VIDEO Kick Off Perluasan Implementasi SIAP QRIS di Kalimantan Selatan
Peluncuran Kick Off QRIS dipusatkan di Duta Mall, Kota Banjarmasin, Kalsel, dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia, pejabat serta stakeholder terkait
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Belanja nontunai dengan Sehat, Inovatif, Aman, Pakai (SIAP), menggunakan metode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), telah diluncurkan di Pertokoan Cahaya Bumi Selamat, Kota Martapura, Kabupaten Banjar.
Sukses itu dilanjutkan Bank Indonesiadengan melakukan kick off perluasan penerapan sistem tersebut melalui kerja sama (MoU) kepada 13 daerah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Acara kick off QRIS itu dipusatkan di Duta Mall Banjarmasin, dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, pejabat serta stakeholder terkait, Sabtu (4/6/2022).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalsel, Imam Subarkah, menjelaskan, Implementasi SIAP QRIS di Duta Mall tidak hanya menyasar pada merchant, namun juga mendorong pada pembayaran parkir, sarana dan prasarana umum lainnya semisal infak/donasi di masjid.
"Selain pada pusat perbelanjaan modern atau pasar modern, program SIAP QRIS ini juga menyasar pasar-pasar tradisional. Nah, pada area Kalimantan Selatan, tahun ini ditargetkan sebanyak 7 pasar tradisional yang akan mengimplementasikan SIAP QRIS," tandasnya.
Baca juga: Guru Honorer Dihapus, Berharap Diangkat Jadi PPPK di Kabupaten Banjar Lewat Kebijakan Daerah
Baca juga: Honorer Dihapus, Diskopukmperindag Kabupaten Tabalong Siapkan Koperasi Jadi Penyedia Outsourcing
Dilaporkan KPw BI Kalsel ini, sampai dengan bulan Mei 2022, telah dilaksanakan SIAP QRIS di 1 pasar, yaitu PPertokoan Cahaya Bumi Selamat. Jumlah capaian ini akan terus didorong dengan kolaborasi bersama Dinas Perdagangan ataupun PD Pasar.
"Dapat kami laporkan bahwa sampai dengan Mei 2022 jumlah merchant QRIS di Kalimantan Selatan mencapai sekitar 203 ribu merchant/pedagang," kata Imam Subarkah.
Dari sebaran merchant QRIS, sambung Imam Subarkah, tertinggi ada di Kota Banjarmasin sebanyak 86.810 merchant (42,6 persen) disusul dengan Kota Banjarbaru sebanyak 23.753 merchant (11,66 persen).
"Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat, seiring dengan implementasi SIAP QRIS yang akan terus didorong. Perluasan implementasi merchant QRIS ini juga diharapkan dapat mendorong pencapaian target 15 juta pengguna merchant baru secara nasional. Sampai April 2022, jumlah pengguna QRIS di wilayah Kalimantan Selatan sudah mencapai 151.466 pengguna. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 35,25 persen dari posisi awal tahun 2022. Diharapkan, dengan berbagai program yang diterapkan, target 300.000 pengguna di akhir 2022 dapat tericapai," urai Imam Subarkah.
Dibeberkannya pula, jika merujuk pada data transaksi yang menggunakan QRIS, sampai dengan Maret 2022 terdapat 495.536 transaksi dengan nilai nominal mencapai Rp 29,2 miliar.
Baca juga: Asyik Berfoto di Atas Perahu, Kepala Wisatawan Susur Sungai Terbentur Jembatan Pasar Lama
Baca juga: Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Bendungan Tapin, Penyidik Kejati Kalsel Panggil 6 Saksi
"Transaksi terbesar didominasi oleh transaksi pada usaha mikro, yaitu sebesar 45,2 dari keseluruhan transaksi. Hal ini semakin menunjukkan adanya optimisme untuk terus mendorong perluasan Implementasi QRIS pada pasar-pasar tradisional dan transaksi ritel lainnya," jelasnya.
Implementasi QRIS ini juga tidak hanya terbatas pada penggunaannya pada sektor ritel, seperti untuk UMKM, pedagang di pasar tradisional dan pasar modern, namun juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung program digitalisasi pembayaran pajak dan juga retribusi.
Tantangan terbesar dalam perluasan implementasi ini adalah masih belum meratanya pemahaman terkait dengan QRIS bagi masyarakat dan juga masih belum luasnya akseptansi QRIS di wilayah Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, menyebut, target nasional 15 juta akan tercapai jika daerah juga giat melakukan penerapan sistem ini.
"Di Kalsel ada target 300 ribu pengguna dan ini perlu didorong semua pihak untuk mencapainya. Tips untuk mencapai itu, tidak hanya di pasar saja, tapi juga dimanfaatkan pelayanan lain retribusi pemerintah daerah. Misal, parkir dan jasa lainnya," jelasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)