Fikrah

Rukun Iman dan Rukun Islam

Jika sholat seseorang tidak sempurna, maka Allah SWT menyuruh para malaikat untuk membuka catatan amal orang itu.

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin Lc MA (Ketua MUI Provinsi Kalsel)

BANJARMASINPOST.CO.ID - SEBAGAI seorang muslim kita wajib bersyukur karena telah mendapat hidayah iman dan islam dari Allah SWT. Memelihara diri dalam islam, diistilahkan dalam bertakwa kepada Allah SWT. Takwa artinya memelihara diri. Di dalam ayat yang lain, Allah SWT berfirman, "Ya ayyuhalladzi naamanut takullaha haqqa tukatih walatamutunna illa waantum tuslimun." Artinya wahai orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kalian meninggal melainkan dalam islam. (QS, Ali Imran : 102)

Sewaktu ayat ini turun banyak para sahabat yang menangis karena merasa belum mampu untuk menjadi orang-orang yang bertakwa dengan sebenarnya. Namun beberapa waktu kemudian turun akhir surah At Tagabun yang menenangkan hati mereka. Ayat itu berbunyi, "Fattakullaha mastata'tum." Artinya bertaqwalah kepada Allah SWT semaksimal mungkin. Dari ayat-ayat ini dapat kita pahami ada isyarat bahwa bisa jadi ada orang islam yang meninggal di luar islam (murtad) oleh karenanya harus ada usaha kita untuk memelihara islam itu di dalam diri kita semaksimal mungkin.

Rukun iman ada enam. Pertama, percaya kepada Allah SWT. Kedua, percaya kepada akan adanya malaikat-malaikatnya. Ketiga, percaya kepada ada rasul dan para nabinya. Keempat, percaya kepada kitab kitab Allah yang diturunkan kepada para nabi-nabinya yaitu Zabur diturunkaan kepada Nabi Daud AS, Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS, Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS, dan Al Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Kelima, percaya kepada hari akhir (kiamat). Keenam percaya kepada qada dan qadar.

Adapun rukun islam yang harus kita pelihara dalam keseharian kita adalah, pertama membaca Syahadat. Kedua sholat fardhu 5 waktu. Ketiga puasa Ramadhan. Keempat membayar zakat. Kelima naik haji ke Baitullah jika mampu. Adapun sholat fardhu 5 waktu dikerjakan sesuai waktunya yaitu fardhu subuh, fardhu zuhur, fardhu asyar, fardhu maghrib, dan fardhu isya. Allah SWT berfirman, "Akimissalata lidulukisyamsyi (itulah dia sholat zuhur dan asyar), ila qhasakil lail (itulah dia magrib dan isya), waquranal fajri inna quranal fajri kana mashuda (dirikanlah sholat subuh karena sholat subuh disaksikan oleh malaikat).

Di dalam ayat yang lain Allah berfirman, "Akimissalata washalatil wostha" (dirikanlah sholat lebih-lebih sholat pertengahan atau wostha). Semua sholat itu jadinya adalah sholat wostha, subuh adalah pertengahan antara isya dan zuhur, zuhur adalah pertengahan antara subuh dan asyar, asyar adalah pertengahan antara zuhur dan magrib, magrib adalah pertengahan antara asyar dan isya, isya adalah pertengahan antara magrib dan subuh.

Dalam melaksanakan sholat fardhu harus disempurnakan dengan sholat-sholat sunat. Ada sunat qabliyah yaitu sebelum zuhur, sebelum asyar, sebelum magrib, sebelum isya dan sebelum subuh. Ada sholat ba'diyah, yaitu sesudah zuhur, sesudah magrib, sesudah isya. Jika sholat seseorang tidak sempurna, maka Allah SWT menyuruh para malaikat untuk membuka catatan amal orang itu. Kata Allah SWT periksalah catatan orang amal ini. Adakah ia melaksanakan sholat sunnat, jika ada maka sholatnya yang kurang sempurna itu ditutup dengan sholat-sholat sunatnya.

Sholat sunat yang paling disukai Allah adalan sholat tahajjud di waktu malam, tanpa tertentu bilangan rakaatnya dan ditutup dengan witir 3 rakaat 2 kali salam. Ada sholat sunnat di waktu siang yaitu sholat dhuha 8 rakaat 4 kali salam.
Nabi bersabda, "Man sallal gadata jamaatan summa qaada jazkurullaha taala hatta tatlu asyamsyu kanat lahu kaajri hajjatin waumratin tammah tammah tammah." Artinya barang siapa yang mendirikan sholat subuh berjamaah kemudian ia duduk berzikir mengingat Allah dengan membaca Al Qur'an, bershalawat, beristighfar maka kepadanya diberikan Allah pahala haji dan umrah sempurna sempurna sempurna. Nah kita tahu betapa banyaknya dana yang harus dikeluarkan ketika melakukan haji dan umrah serta fisik yang melelahkan, namun pahala haji dan umrah didapatkan setiap hari sesuai sabda Rasulullah tadi. Oleh sebab itu kiranya hal ini jangan kita sia-siakan. Lalu sesudah itu kita pulang ke rumah dengan bangga karena kita telah mengantongi pahala haji dan umroh walaupun kita hanya orang miskin.

Nantinya di rumah sholat dhuha 8 rakaat 4 kali salam, kemudian dari pada itu yang tidak kalah pentingnya untuk kita pelihara pada setiap hari di waktu pagi setelah bersedekah karenanya kalau kita pergi sholat fardhu subuh ke masjid atau musala bawalah uang receh mungkin hanya Rp 2 ribu atau Rp 5 ribu. Memperhatikan hal itu 2 malaikat bedoa di upuk timur "Ya allah allahumma ati munfikan khalafa." Artinya "Ya allah berikan lah gantian kepada orang yang berinfak itu dan yang satu berdoa "Allahumma ati musmsyikan khalafa." Artinya Ya Allah rusakkanlah harta orang yang kikir itu. Demikian lah amaliah keseharian yang perlu kita jaga dan kita tingkatkan sehingga waktu waktu kita terisi dengan amal ibadah taat kepada Allah SWT. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved