BTalk Health and Beauty

BTalk, Cara Aman dan Sehat Konsumsi Daging

Ahli gizi dari RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, Rissa Saputri, diundang untuk membahas konsumsi daging hewan kurban dalam acara BTalk, Selasa (12/7).

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Ahli gizi dari RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, Rissa Saputri, SGz, MPH, menjadi narasumber dalam acara BTalk, berbincang mengenai Cara Aman dan Sehat Konsumsi Daging, Selasa (12/7/2022). 

"Jadi yang sebenarnya banyak memberikan efek kesehatan itu lebih dominan pada kondimen atau bahan pelengkap berupa bumbu untuk mengolah masakannya," jelas Rissa.

Natrium yang tinggi itu ada pada saus dan kecap. Sementara dua bahan itu kerap menjadi bumbu terutama saat membakar daging di atas api atau disate.

Penggunaan santan sebagai bumbu masih boleh, asalkan tidak dipanaskan berulang, sebab akan berubah menjadi lemak jahat yang berpengaruh pada kolesterol.

Jadi sebagai kondimen gunakan garam dan kecap rendah natrium yang sudah banyak dijual di pasaran.

Saat mengonsumsi daging, makanlah bersama dengan sayuran yang cukup serat dan tinggi kalium, macam buncis, sawi, labu kuning, karena akan menetralisir natrium pada bumbu.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Tapin Kalsel Meninggal Dunia di Rumah Sakit Makkah

Baca juga: Persyaratan Daftar KIP Kuliah Jalur Mandiri, Berikut Ketentuan Bagi Calon Penerima

Ganti karbohidrat pada nasi dengan makananan lain yang berserat tinggi. Misal makan daging rendang atau gulai, maka karbohidratnya yang baik adalah ubi jalar, jagung atau nasi merah.

Jangan lupa konsumsi buah tinggi serat yang larut air, terutama mengandung pektin, macam apel, jeruk, lemon, jambu biji merah, aneka berry. Pektin dapat menurunkan kadar kolesterol dan anti oksidan serta menangkal radikal bebas

Satu-dua jam setelah konsumsi daging, minum teh hijau atau air kelapa karena keduanya tinggi elektrolit dan anti oksidan.

"Proses pengolahan juga diperhatikan,  daging merah itu tinggi zat besi, jadi kalau dimasak dengan cara dibakar langsung kena api maka akan bersifat karsinogen yang memicu kanker," jelas Rissa.

Bijak dalam mengolah dan memasak segala makanan yang dikonsumsi, seimbang gizinya. Sebab mencegah akan lebih baik daripada mengobati.

"Ingat jangan sering memanaskan daging, lebih baik dimasak untuk dikonsumsi sekali habis. Sebab yang sering dipanaskan akan memengaruhi kandungan gizi," jelasnya.

Kesimpulannya, sebelum konsumsi daging olahan maka cek dulu bagaimana kondisi kesehatan kita.

Bagi yang sehat, konsumsi daging merah itu untuk harian hanya 50-70 gram. Bagi yang ada riwayat penyakit paling tidak hanya seminggu sekali atau dua minggu sekali dengan porsi yang sesuai.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved