Tips Sehat

Gula Darah Auto Turun, dr Zaidul Akbar Ungkap Solusi Lewat Pare dan Kayumanis

Terlalu banyak makan dan kurang berolahraga bisa jadi pemicu gula darah tinggi. dr Zaidul Akbar mengungkap solusi turunkan gula darah secara alami.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kayu manis, salah satu produk unggulan dari Kecamatan Loksado, HSS pada Kandangan Ekspo 2015 lalu. Kayumanis menjadi salah satu herbal bisa menurunkan gula darah menurut dr Zaidul Akbar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Terlalu banyak makan dan kurang berolahraga bisa jadi pemicu gula darah menjadi tinggi. dr Zaidul Akbar mengungkap solusi turunkan gula darah secara alami.

Kondisi gula darah yang tinggi dialami oleh penderita diabetes yang tidak bisa menjalani pola hidup sehat.

Faktor naiknya gula darah salah satunya dari konsumsi makanan yang tidak sehat.

Selain berbobat ke medis atau pakar kesehatan, bisa pula mencoba cara herbal untuk menurunkan gula darah.

dr Zaidul Akbar menjelaskan mula-mula untuk menurunkan gula darah mulai memperbaiki mikrobiom pada tubuh.

"Salahsatunya dengan minum yang pahit-pahit, misalnya pare, brotowali yang diminum dalam bentuk jus," jelas dr Zaidul Akbar dikutip dari kanal youtube dr. Zaidul Akbar Official.

Baca juga: Pohon di Jalur Jaringan Listrik Kerap Dipangkas Ekstrem, KPH Tanahlaut : Ini Bibit Cocok Ditanam

Baca juga: Permintaan Pasar Cukup Tinggi, Pemkab Tanahlaut Dorong Budidaya Lele dan Lobster

Selain dua jenis bahan alami tersebut, bisa pula mengkonsumsi kayu manis, yang mana kayumanis diseduh atau direbus, air rebusannya diminum.

Cara kerja bahan-bahan herbal itu tak hanya menurunkan gula darah, dokter Zaidul Akbar menuturkan, dapat menyeimbangkan sistem pencernaan tubuh karena bahan-bahan itu mengandung probiotik dan prebiotik.

"Jangan tidak makan karbo, biasanya kalau orang sudah terkena diabetes memilih tidak makan karbo. Kalau ingin makan karbo pilihlah yang sehat dan dibatasi karbonya," terang dr Zaidul Akbar.

Jenis karbohidrat yang kompleks dan sehat, aman dikonsumsi penderita diabetes di antaranya beras merah, beras coklat, dan beras non pestisida.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved