Narkoba di Kalsel

Ditangkap Bawa 10 Kg Sabu di Batola Kalsel, Dua Kurir Ini Diduga Dikendalikan Narapidana Lapas

Dua kurir pembawa sabu yang ditangkap di Batola diduga dikendalikan oleh narapidana dari lembaga pemasyarakatan

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Dua kurir sabu seberat 10 kg lebih berinisial EBS dan ETF yang ditangkap Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kalsel diduga dikendalikan seorang operator dari dalam Lapas, Selasa (2/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dua tersangka kurir pembawa narkoba jenis sabu seberat 10 kilogram lebih berinisial EBS dan ETF yang diamankan Jajaran Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kalsel dihadapkan dengan ancaman hukuman berat. 

Keduanya dijerat dengan pasal berlapis yakni yakni Pasal 114 ayat 2 subs Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Ancaman hukuman yang paling berat berupa pidana penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati. 

Risiko hukuman tersebut disanggupi oleh kedua tersangka karena diiming-imingi upah puluhan juta rupiah. 

Baca juga: Geledah Innova di Handil Bakti Batola, Ditresnarkoba Polda Kalsel Amankan 10 Kg Sabu dari 2 Pria Ini

Baca juga: Amankan 10 kg Sabu, Ditresnarkoba Polda Kalsel Ungkap Asal-Usul Dari Segitiga Emas Asia Tenggara

Baca juga: Direkrut Jadi Kurir, Dua Emak-emak di Kaltara Tertangkap Bawa 2 Kilogram Sabu

"Dijanjikan Rp 50 juta, tapi belum diterima," ujar tersangka ETF saat diwawancarai Banjarmasinpost.co.id dalam konferensi pers pengungkapan kejahatan narkoba yang digelar Ditresnarkoba Polda Kalsel, Selasa (2/8/2022).

Kedua tersangka mengakui, diperintahkan oleh seseorang mengambil narkoba tersebut dari Kalimantan Barat (Kalbar) tujuan ke Kalsel. 

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Tri Wahyudi juga membenarkan EBS dan ETF sebagai kurir dikendalikan oleh seorang operator berinisial D. 

Operator tersebut kata Kombes Tri terindikasi merupakan seorang narapidana di salah satu lembaga pemasyarakatan

"Mereka diminta oleh seorang operator untuk mengirimkan barang ini ke Kalsel. Operator ini sementara terindikasi di dalam lembaga pemasyarakatan," ujar Kombes Tri. 

Baca juga: Kembangkan Kasus Sabu di Binuang, Satresnarkoba Tapin Ringkus Kurir dari Banjar, Sita 19,4 Gram

Namun demikian, belum dipaparkan rinci di lembaga pemasyarakatan mana operator berinisial D tersebut mengendalikan kurir EBS dan ETF. 

"Ini akan terus dikembangkan. Kami harus mengikuti alur transaksinya bagaimana barang ini bisa dipesan dari Kalbar ke Kalsel," terang Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved