Berita Tanahlaut

Jembatan Lingkungan di Tirtajaya Kabupaten Tala Rusak Parah, Kades Sebut Alternatif Menuju Kota

Kerusakan parah jembatan lingkungan di perbatasan RT 5 dan 7 Desa Tirtajaya, Kecamatan Bajuin berdampak pada warga wilayah lainnya.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Beginilah kondisi jembatan lingkungan yang menghubungkan RT 5 dan 7 Desa Tirtajaya. Sejak setahun lalu rusak parah dan tak bisa lagi dilewati mobil___.. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dampak kerusakan parah jembatan lingkungan di perbatasan RT 5 dan 7 Desa Tirtajaya, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), juga dirasakan warga wilayah lainnya.

Pasalnya, jalur jalan tersebut merupakan menghubungkan ke sejumlah tempat.

"Termasuk menjadi jalan alternatif penting bagi sebagian warga kami menuju Kota Pelaihari," sebut Kepala Desa Tirtajaya Bambang Subagio, Selasa (9/8/2022).

Selain itu juga akses menuju pondok pesantren yang berada di Desa Ketapang, Kecamatan Bajuin.

Baca juga: Jembatan di Tirtajaya Kabupaten Tanahlaut Rusak Parah, Mobil Tak Bisa Lagi Melintas

Baca juga: Tiga Lagi Portal Bakal Dipajang di Bukitmulya Tala, Bus Pelajar dan Ambulans Boleh Lewat

"Jaraknya lebih dekat ketimbang melintasi jalan utama desa karena memutar. Terutama bagi warga di RT 5 dan 7," sebutnya.

Tak cuma itu, lanjutnya, jalur jembatan rusak tersebut juga akses menuju pekuburan umum.

Karena itu keberadaan jalur jalan tersebut cukup penting meski bukan jalan utama desa.

Warga di kampungnya sangat berharap kerusakan jembatan itu dapat segera diperbaiki.

Lantaran anggaran desa terbatas, Bambang juga berharap penanganan jembatan tersebut dapat ditangani oleh pemerintah kabupaten.

Baca juga: Sambut 10 Muharram 1444 H, YNS Center Bagi Bubur Asyura Hingga Salat Hajat

Sejak jembatan box culvert tersebut rusak parah setahun silam, sejak itu pula hingga sekarang sama sekali tak bisa dilewati mobil.

Bahkan bantalan jembatan darurat yang dibikin swadaya oleh warga, kondisinya saat ini juga mulai riskan dilintasi karena bantalan papan lantai kayu yang dipasang kini mulai lapuk.

Pengendara roda dua pun melintasi di sisi kiri jembatan darurat tersebut.

Meski sempit, namun lebih aman dilintasi dan mesti bergantian ketika dari dua arah ada yang bersamaan hendak melintas.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved