OTT KPK

Kabar Terbaru Rektor Universitas Lampung dan Rekan yang Ditangkap KPK, Ditahan Terpisah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi menahan Rektor Universitas Lampung (UNILA) & rekan, ini kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu

Editor: Irfani Rahman
Tribunnews/JEPRIMA
Petugas KPK saat menggelarjumpa pers kasus dugaan kasus suap proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (21/8/2022). Para tersangka ditahan di dua tempat terpisah selama 20 hari kedepan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) resmi menahan Rektor Universitas Lampung ( UNILA), KRM dan rekan.

Ini setelah KRM dan rekan terbukti diduga terlihat suap penerimaan calon mahasiswa baru di  Universitas Lampung.

Meski begitu Rektor UNILA , KRM ditahan terpisah dengan tersangka lainnya.

Penahanan para tersangka ini dilakukan selama 20 hari ke depan untuk proses penyidikan.

Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan KRM ditahan di rutan pada Gedung Merah Putih KPK Jakarta.

"Untuk keperluan penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan kepada para tersangka untuk 20 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 20 Agustus 2022 sampai dengan 8 September 2022 di rutan KPK, KRM ditahan di rutan pada Gedung Merah Putih," kata Asep saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK Jakarta pada Minggu (21/8/2022).

Baca juga: Jago Merah Berkobar di Kawasan Simprug Jakarta Selatan, BPK dan Warga Berjibaku Lakukan Pemadaman

Baca juga: Gempa Guncang Boolang Mongondow Timur Sulut, BMKG: Berkekuatan 5,1 M, Diminta Waspada Gempa Susulan

Sedangkan untuk tersangka lainnya, yakni HY dan MB ditahan di rutan pada Pomdam Jaya Guntur.

"Sedangkan AD penahannya terhitung mulai tanggal 21 Agustus karena ini ada perbedan waktu pada saat penangkapan. Jadi AD ditangkap belakangan. Untuk AD mulai 21 Agustus sampai 9 September 2022 di rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur," kata Asep.

KPK menetapkan empat orang tersangka terkait dugaan suap dalam proses penerimaan calon mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) tahun 2022.

Asep menjelaskan operasi tangkap tangan dimulai dari adanya laporan masyarakat yang diterima KPK terkait dugaan korupsi pada penerimaan mahasiswa di Universitas Lampung tahun 2022.

Pada Jumat (19/8/2022) sekitar pukul 21.00 WIB Tim bergerak ke lapangan, dan menangkap serta mengamankan beberapa pihak yang diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi di Lampung, Bandung, dan Bali.

Adapun pihak yang ditangkap di Lampung adalah ML, HF, dan HY beserta barang bukti uang tunai sebesar Rp 414.500.000, selip setoran deposito di salah satu bank sebesar Rp 800 juta, dan kunci save deposit box yang diduga berisi emas yang setara dengan Rp 1,4 miliar.

Kemudian pihak yang ditangkap di Bandung adalah KRM, BS, MB, dan AT beserta barang bukti kartu ATM dan buku tabungan sebesar Rp 1,8 miliar.

Baca juga: Hukum Ganti Nama Dijelaskan Ustadz Adi Hidayat, Waspada Bermakna Buruk

Baca juga: Niat dan Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib, Ustadz Abdul Somad Urai Jumlah Rakaat yang Dianjurkan

Sementara itu, pihak yang ditangkap di Bali adalah AD.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved