Cacar Monyet

Cegah Penularan Cacar Monyet, Pemerintah Impor 10.000 Vaksin

Untuk mencegah penularancacat monyet,pemerintah menginpor 10.000 vaksin cacar monyet, ini kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan,syahril

Editor: Irfani Rahman
GAVI/KOMPAS.COM
ILUSTRASI Cacar monyet. Pemerintah Indonesia impor 10.000 vaksin cacat monyet 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sudah terdeteksinya cacat monyet atau Monkeypox di membuat pemerintah Indonesia akan menginpor 10.000 vaksin . Ini penjelasan dari Kementerian Kesehatan

Vaksin ini adalah vaksin untuk cacar monyet. Hal ini diungkapkan Juru Bicara Kementerian Kesehatan, syahril .

Dengan adanya vaksin cacar monyet ini maka bisa mencehag penularan cacat monyet.

sementara jenis vaksi yang diimpor adalah vaksin khusus cacar monyet dan bukan vaksin cacar air

“Bukan. Katanya khusus yang dibuat (baru) untuk Monkeypox,” kata Syahril kepada Kompas.com, Senin (22/8/2022).

Baca juga: Cacar Monyet Telah Masuk di Indonesia, Masyarakat Diminta Agar Tetap Waspada dan Tak Panik

Baca juga: Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat Gagalkan Peredaran Puluhan Kilo Sabu, Pelaku Ditangkap di Riau

Cacar monyet adalah penyakit yang dapat menular dari hewan ke hewan, serta ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis).

Sebelumnya disampaikan Syahril dalam konferensi pers Sabtu (20/8/2022) bahwa dalam upaya memerangi penyakit menular cacar monyet yang sudah terdeteksi 1 kasus cacar monyet di Indonesia, pemerintah akan mengadakan 10.000 dosis vaksin penyakit cacar monyet (monkeypox).

“Insya Allah ada sekitar 10.000 vaksin nanti kita adakan,” kata Syahril.

Sejak ditemukan kasus pertama cacar monyet di Indonesia, sampai saat ini, Kemenkes belum bisa memberikan daftar nama produk vaksin cacar monyet yang akan diimpor tersebut.

Hal ini dikarenakan, sama dengan berbagai vaksinasi lainnya, proses pengadaan vaksin cacar monyet akan melalui rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Saat ini, kata Syahril, produk-produk vaksin cacar monyet yang ada sedang dilakukan uji klinis BPOM bersama dengan Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

“Semua dalam proses, termasuk kajian dari ITAGI dan rekomendasi Badan POM,” jelas Syahril.

Baca juga: Autopsi Ulang Brigadir J Keluar, PDFI : Tak Ada Luka Penganiyaan, Hanya Luka Tembak

Baca juga: Harga BBM Terbaru Hari Ini Senin 22 Agustus 2022, Dari Pertalite Hingga Dexlite di SPBU se Indonesia

Indonesia impor vaksin cacar monyet, menurut ahli epidemiologi dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, kebijakan untuk melakukan impor atau pengadaan vaksinasi cacar monyet ini sudah tepat.

“Ya impor vaksin ( cacar monyet) itu harus, karena ini susah loh, jumlahnya tidak banyak dan berebut untuk mendapatkan vaksinasi ini,” ujar Dicky saat dihubungi terpisah, Senin (22/8/2022).

Menurut Dicky, rencana pengadaan vaksinasi cacar monyet ini sudah dirundingkan bersama dengan para pakar dan pemerintah dalam upaya mengatasi wabah kasus cacar monyet ini.

Dengan kapasitas ketersediaan vaksin cacar monyet yang terbatas, serta wabah ini merupakan bencana global, pemerintah juga masih mengikuti arahan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam proses pemberiannya nanti.

WHO sampai saat ini belum memberikan rekomendasi pemberian vaksinasi cacar monyet secara massal. Nantinya akan ada syarat dan kriteria sendiri bagi kelompok atau orang-orang yang akan mendapatkan vaksinasi cacar monyet ini.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Hari Ini Senin 22 Agustus 2022 di Alfamart dan Indomaret, Ada Penurunan

Baca juga: Intip Rumah Sederhana Farel Prayoga di Banyuwangi, Terbuat Dari Kayu Dengan Dinding Ayaman Bambu

Sejak Kemenkes mengumumkan kasus pertama cacar monyet di Indonesia, pemerintah berencana impor vaksin cacar monyet untuk mencegah penularan secara luas dari penyakit ini.Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Indonesia Impor 10.000 Vaksin Cacar Monyet, Kemenkes: Bukan Vaksin Cacar Air",

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

Sumber: Kompas.com
  • Berita Terkait :#Cacar Monyet
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved